Ini Dia Cara Pemerintah Genjot Populasi Sapi di DIY

Ilustrasi Sapi. - Harian Jogja
24 Juli 2019 21:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY terus berupaya menggenjot populasi sapi dan kambing melalui inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. Tahun ini IB ditargetkan menyasar sekitar 100.000 ekor indukan sapi dengan target keberhasilan realisasi kelahiran sapi mencapai 75.000 ekor pedet atau anak sapi.

Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko mengatakan target IB sapi tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Pada 2018 lalu, kata dia, program IB terhadap sapi indukan wajib bunting tingkat keberhasilannya mencapai 75%. “IB bertujuan mempercepat populasi sapi,” kata Sasongko, seusai menghadiri Gelar Potensi Pertanian Bantul 2019 di pasar Hewan Imogiri, Bantul, Rabu (24/7/2019).

Sasongko mengatakan populasi sapi di DIY saat ini sekitar 350.000 ekor. Namun angka tersebut terdiri dari sapi pejantan dan betina dan tidak semuanya untuk dipotong. Sementara kebutuhan per hari untuk dipotong sekitar 80-100 ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, menantang Pemkab Bantul agar menggenjot populasi sapi mencapai 120.000 ekor. Saat ini Bantul baru mencapai sekitar 60.000 ekor.

Dalam kesempatan tersebut Diarmita juga meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu terkait penyakit hewan hingga produksi daging, karena isu tersebut bisa dimnafaatkan Negara lain untuk mengimpor daging sapi maupun daging ayam ke Indonesia, karena Indonesia merupakan pasar potensial konsumsi daging, namun populasi masih sedikit. “Negara negara luar ingin masukan daging ayam dan sapi,” kata dia.

Kambing

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautran dan Perikanan (DP2KP) Bantul, Pulung Haryadi mengatakan program IB di Bantul tahun ini menyasar 24.000 ekor sapi, meningkat dari tahun lalu sebanyak 19.000 ekor. Selain IB untuk sapi, Pemkab juga mulai menerapkan program yang sama pada kambing. “Kami targetkan sebanyak 500 ekor kambing yang akan mendapat IB. IB untuk kambing baru mulai percobaan tahun ini. Target sedikit dulu karena IB pada kambing lebih sulit dibanding sapi,” ujar Pulung.

Dia menegaskan program inseminasi buatan tersebut gratis, kecuali peternak ingin mengakses kembali setelah tersasar IB. Menurut dia, program IB lebih menguntungkan bagi petani dan mempercepat populasi sapi dan dapat menjaga kualitas sapi karena sperma yang diambil dari sapi yang berkualitas.