Gelar Bedah Buku, DPAD DIY Sasar Mahasiswa

Para narasumber bedah buku yang digelar DPAD DIY di Ruang Audio Visual Grhatama Pustaka, Rabu (24/7/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
24 Juli 2019 21:37 WIB ST 16 Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY kembali menggelar bedah buku, Rabu (24/7/2019). Kali ini, kegiatan rutin DPAD DIY yang digelar di Ruang Audio Visual Grhatama Pustaka tersebut lebih menyasar segmen mahasiswa.

Adapun buku yang dibedah dalam gelaran bedah buku tersebut adalah buku berjudul Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan karya Ambar Teguh Sulistiyani sebagai materi utama.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan DPAD DIY, Juli Sugiarto mengatakan acara bedah buku kali ini adalah bedah buku ke-58 yang sudah digelar DPAD DIY. Jika dalam bedah buku edisi pertama hingga ke-56, DPAD DIY selalu menyasar masyarakat perdesaan, kali ini dinasnya menyasar para mahasiswa.

Karena kami ingin adil dalam memberikan ilmu dalam bedah buku ini, sebelumnya buku yang kami bedah adalah buku yang temanya sesuai keadaan dan masalah masyarakat perdesaan,” kata Juli di sela-sela acara bedah buku, Rabu.

Ia juga menuturkan bahwa tujuan dari bedah buku ini adalah untuk menambah minat baca masyarakat dan juga menjadi tempat untuk mencari ilmu yang tidak didapatkan di kelas-kelas perkuliahan.

Dalam acara tersebut turut hadir Staf Peneliti Puspar UGM Desta Titi Raharjana, pengelola Tebing Breksi, Jimin, serta penulis buku Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan, Ambar Teguh Sulistiyani.

Ambar menyampaikan buku yang ia buat berisikan tentang segala macam pemberdayaan yang gunayanya meningkatkan ekonomi masyarakat dan buku tersebut juga berguna dalam memberikan inspirasi tumbuhnya kemitraan untuk pemberdayaan.

Buku ini saya tulis sesuai pengalaman saya sendiri pada krisis moneter tahun 1997 lalu, selama menulis buku saya menyimpulkan ada tiga kunci sukses untuk melakukan pemberdayaan, diantaranya adalah pemberdayaan, pelembagaan, lalu yang terakhir adalah keberlanjutan,” kata Ambar.

Selain itu ambar juga menyampaikan bahwa untuk melakukan pemberdayaan yang efektif, hendaknya disertai dengan model membangun kapital yang tepat dengan memperhitungkan stratifikasi sosial.

Model stratifikasi sosial adalah feodal, tradisional dan egaliter yang dapat menentukan proses aliran dana serta pengorganisasian kelompok pemberdayaan, dengan tekanan kekuasaan yang berbeda atau merata antar kelompok,” katanya.