Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Warga melihat kondisi kandang kambing yang berada di pinggir hutan/Dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, mulai memindahkan ternak yang sebelumnya dikandangkan di sekitar kawasan hutan ke rumah. Pemindahan ini dilakukan sebagai antisipasi serangan hewan liar yang sering terjadi saat musim kemarau.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto, mengatakan masyarakat di Desa Purwodadi memiliki kebiaasaan memelihara ternak di kawasan hutan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemberian pakan.
Namun di musim kemarau pemeliharaan di kawasan hutan menjadi masalah karena acaman serangan hewan liar terhadap ternak meningkat. Oleh karena itu, untuk menghindari serangan warga mulai membawa ternak pulang ke rumah. “Sudah banyak yang dibawa pulang,” kata Suyanto kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).
Ia mendata ternak yang dipelihara di kawasan hutan ada sekitar 200 ekor. Namun dari jumlah itu sudah ada 150 ekor kambing yang dipindah untuk dipelihara di rumah. “Belum semua dibawa pulang. Untuk keamanan, kami terus mengimbau warga agar mau memindahkannya sehingga serangan hewan liar dapat diantisipasi,” katanya.
Suyanto menjelaskan upaya pemindahan kandang mendekat ke rumah merupakan cara yang paling ampuh untuk menghindarkan dari serangan hewan liar. Ia mencontohkan dalam dua tahun terakhir serangan berkurang drastis. Di 2017, tercatat ada 80 ekor kambing di Desa Purwodadi yang mati karena digigit hewan liar. Sedangkan tahun lalu serangan hanya sembilan ekor kambing yang menjadi korban. “Keberhasilan ini tidak lepas dari kesadaran warga memindahkan kadang dari kawasan hutan ke rumah. Sebab, dengan mendekat ke rumah, maka pengawasan akan lebih mudah,” katanya.
Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, mengatakan wilayahnya termasuk daerah yang sering mengalami serangan hewan liar saat musim kemarau. “Kalau musim hujan tidak masalah, tapi kalau kemarau ancaman serangan terhadap ternak makin meningkat,” katanya, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pemerintah terus mengimbau warga untuk mengantisipasi serangan dengan ronda keliling, penguatan kandang hingga pemindahan kandang dari area hutan ke rumah. “Hingga saat ini belum ada laporan terkait dengan serangan hewan. Tapi, bukan berarti potensi serangan menghilang sehingga warga harus tetap waspada agar ternak yang dimiliki mati karena gigitan hewan liar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.