Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). /Harian Jogja- Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih mempertimbangkan untuk menambah intensitas uji coba semi pedestrian Malioboro. Uji coba semi pedestrian Malioboro baru dilaksanakan setiap Selasa Wage atau 35 hari sekali.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan masukan dan usulan dari berbagai pihak untuk menambah lagi waktu uji coba semi pedestrian Malioboro yang bebas kendaraan masih dipertimbangkan. "Usulan itu tentu kami pertimbangkan. Tapi terlebih dulu kami akan lakukan terus lakukan evaluasi. Apakah perlu durasi ditambah?," katanya, Jumat (26/7/2019).
Menurut Haryadi, dari dua kali uji coba hal yang paling menjadi catatan adalah traffic flow atau arus lalu lintasnya. "Praktek flow-nya harus lebih baik, rambu-rambu lalu lintas harus diperbanyak serta juga harus disosialisasikan dengan baik," ungkapnya.
Selain itu, catatan lain adalah kepatuhan masyarakat untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke kawasan Malioboro ketika selama semi pedestrian diterapkan. "Catatan lain soal penataan PKL. Untuk penataan PKL di Malioboro, kami akan mengedepankan kompromi serta dialog. Ini penting karena ke depan kami berharap pelaksanaan semi pedestrian berjalan lancar dan berefek baik terhadap masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Anggota DPRD DIY Chang Wendryanto agar pemerintah benar-benar melakukan evaluasi pelaksanaan uji coba semi pedestarian kawasan Malioboro. Dia mendesak agar evaluasi program tersebut melibatkan para pelaku usaha di Malioboro. "Ini penting karena selama ini mereka mengeluh karena omzet penjualannya turun drastis. Mereka mendukung program pemerintah selama tidak merugikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.
Kemenhub memeriksa kelaikan 2.140 kapal untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna memastikan keselamatan pelayaran.
BMKG mencatat curah hujan ekstrem mencapai 349 mm di Cilacap. Hujan lebat memicu banjir dan longsor di Cilacap-Banyumas.