Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Kemungkinan Lebih Sering Dilakukan

Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). - Harian Jogja/ Gigih M. Hanafi
26 Juli 2019 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih mempertimbangkan untuk menambah intensitas uji coba semi pedestrian Malioboro. Uji coba semi pedestrian Malioboro baru dilaksanakan setiap Selasa Wage atau 35 hari sekali.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan masukan dan usulan dari berbagai pihak untuk menambah lagi waktu uji coba semi pedestrian Malioboro yang bebas kendaraan masih dipertimbangkan. "Usulan itu tentu kami pertimbangkan. Tapi terlebih dulu kami akan lakukan terus lakukan evaluasi. Apakah perlu durasi ditambah?," katanya, Jumat (26/7/2019).

Menurut Haryadi, dari dua kali uji coba hal yang paling menjadi catatan adalah traffic flow atau arus lalu lintasnya. "Praktek flow-nya harus lebih baik, rambu-rambu lalu lintas harus diperbanyak serta juga harus disosialisasikan dengan baik," ungkapnya.

Selain itu, catatan lain adalah kepatuhan masyarakat untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke kawasan Malioboro ketika selama semi pedestrian diterapkan. "Catatan lain soal penataan PKL. Untuk penataan PKL di Malioboro, kami akan mengedepankan kompromi serta dialog. Ini penting karena ke depan kami berharap pelaksanaan semi pedestrian berjalan lancar dan berefek baik terhadap masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Anggota DPRD DIY Chang Wendryanto agar pemerintah benar-benar melakukan evaluasi pelaksanaan uji coba semi pedestarian kawasan Malioboro. Dia mendesak agar evaluasi program tersebut melibatkan para pelaku usaha di Malioboro. "Ini penting karena selama ini mereka mengeluh karena omzet penjualannya turun drastis. Mereka mendukung program pemerintah selama tidak merugikan," katanya.