Angkat Potensi Budaya dan UKM, Desa Gari Gelar Gari Art Festival

Beberapa UKM Desa Gari menampilkan aneka produk di ajang Gari Art Festival (GAF) di Lapangan Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Jumat (26/7/2019). - Istimewa
29 Juli 2019 21:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Desa Gari, Kecamatan Wonosari, menggelar Gari Art Festival (GAF) ke-4 bertempat di lapangan desa setempat, Jumat (26/7/2019) dan Sabtu (27/7/2019). GAF menyuguhkan potensi kesenian lokal yang dilengkapi dengan pameran maupun bazar potensi usaha kecil menengah (UKM) Desa Gari.

Kepala Desa Gari, Widodo, mengatakan tema yang diusung pada GAF kali ini adalah Sumbut, Iki RT ku, Endi RT mu. Semangat yang ingin diangkat mengenai potret kerukunan masyarakat antarrukun tetangga di semua dusun. "Kami mengangkat tema tentang potensi masyarakat dan kebersamannnya," ucap Widodo kepada Harian Jogja, Senin (29/7/2019).

Menurut Widodo, setiap RT bisa menunjukkan potensinya masing-masing. Potensi yang ditampilkan bisa berupa gotong royong, nilai kearifan lokal, pelestarian seni, dan pemberdayaan masyarakat. "Ada berbagai aspek yang diangkat warga dalam kegiatan ini," katanya.

Ia menyatakan acara GAF digagas oleh karang taruna sebagai acara tahunan. "Sekaligus untuk mengapresiasi kinerja ketua RT yang sudah mengabdi untuk masyarakat tanpa dibayar," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY, Aria Nugrahadi, menuturkan jajarannya mendukung acara GAF yang dapat menjadi wadah untuk aktualisasi UKM setempat. Ia menjelaskan acara GAF dibuka langsung oleh Bupati Gunungkidul Badingah. “Artinya itu bentuk dukungan dari pemerintah,” kata dia.

Menurutnya, sifat gotong-royong yang sudah menjadi budaya Indonesia perlu dijaga. Ia menyebut kesejahteraan dapat tercipta apabila semangat gotong-royong tetap ada di tengah masyarakat. "Kesejahteraan warga bisa meningkat dari segala potensi yang ada dibarengi dengan gotong-royong," katanya.