Siswa SMA Muha Kenalkan Budaya Indonesia di Korea Selatan

Dua siswa SMA Muha Yogyakarta saat mengikuti Korean & Indonesia Youth Cultural Festival di Korea Selatan. - Ist/Muha.
03 Agustus 2019 10:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta mengirimkan dua siswa mengikuti Korean & Indonesia Youth Cultural Festival pada 16 hingga 23 Juli 2019 lalu. Mereka mengenalkan budaya Indonesia di Korea Selatan dan belajar budaya negara tersebut selama beberapa hari bersama sejumlah pelajar perwakilan Indonesia.

Kedua pelajar  berprestasi itu adalah Gusmania Salwa Ghina siswa kelas XII IPA 4 dan Karimah Khairun Niswah kelas XI IPA 1. Kepala SMA Muha Yogyakarta Slamet Purwo menjelaskan pengiriman dua pelajarnya ke Korea Selatan mengikuti pertukaran pelajar merupakan kali pertama. Kedua pelajar telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kesediaan orangtua siswa.

“Kemudian diberangkatkan bersama pelajar lain dari beberapa sekolah di DIY dan provinsi lain, sebagai wakil dari Indonesia. Keduanya ini memang termasuk siswa berprestasi,” terang dia dalam rilisnya, Jumat (3/8/2019).

Waka Humas SMA Muha Yogyakarta Fatma Tauyanti menambahkan event tersebut bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi siswanya terutama menambah wawasan budaya internasional karena bisa belajar secara langsung. Dalam kesempatan itu Salwa menampilkan Tari Merak dan Karimah menampilkan tari tradisional Palu.

“Selain itu bisa menambah informasi terkait peluang studi ke depan, melalui kunjungan langsung ke sekolah, universitas dan institusi pendidikan, serta mendapatkan gambaran seperti apa pendidikan di sana berjalan,” ujarnya.

Gusmania Salwa Ghina Siswa Kelas XII IPA 4 SMA Muha mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama mengikuti kegiatan tersebut karena bisa langsung berkomunikasi dengan pelajar di sana. Ia menilai, bahwa proses pembelajaran di Korea Selatan tergolong berat dibandingkan di Indonesia, karena siswa bisa berada di sekolah hingga larut malam. Bahkan ia melihat siswa baru mulai pulang ke rumah saat waktu sudah larut malam dan pagi hari harus berangkat lagi.

“Ketika saya berkomunikasi dan menceritakan kalau saya [di Indonesia] pembelajaran sampai jam 4 sore, mereka berkomentar, wah enak banget. Tetapi saya melihat di sana fasilitasnya lengkap jadi siswa bisa nyaman di sekolah sampai malam, mulai dari makan sampai fasilitas bermain,” ujarnya.

Karimah Khairun Niswah mengatakan ia berusaha mengenalkan budaya Indonesia dengan menampilkan tarian dan menjelaskan kepada pelajar negara tersebut secara detail. Selama mengikuti kegiatan itu terkesan dengan kedisiplinan siswa di sana. “Disiplin banget di sana, kalau misalnya jam 6 ya jam 6 itu sudah mulai, siswa-siswanya selalu tepat waktu, ini yang perlu ditiru,” ujarnya.