RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL--Persoalan penundaan pembayaran klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak hanya terjadi di rumah sakit daerah, namun juga rumah sakit swasta. Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul, salah satunya.
Manajer Pemasaran PKU Muhammadiyah Bantul, Wahyu Priyono mengatakan total piutang BPJS Kesehatan kepada PKU Muhammadiyah Bantul totalnya mencapai Rp25 miliar. Piutang tersebut terhitung sejak Maret 2019 lalu, bahkan untuk Maret-Mei sudah diklaim dan sudah ada berita acaranya. Hanya Juni dan Juli yang masih dalam proses pengajuan klaim.
Penundaaan pembayaran klaim BPJS Kesehatan tersebut diakui Wahyu berpotensi mengganggu operasional rumah sakit jika terus terjadi setiap bulannya. Saat ini operasional di PKU Bantul masih tertap berjalan normal dengan memanfaatkan dana cadangan atau deposit rumah sakit “Dana simpanan ini memang selalu harus ada agar operasional rumah sakit tetap lancar,” kata Wahyu, Jumat (2/8/2019).
Selain memanfaatkan dana simpanan rumah sakit, juga memanfaatkan dari pasien umum. Namun untuk pasien umum di PKU Muhammadiyah Bantul tidak banyak karena 80% lebih pasien PKU Muhammadiyah Bantul adalah pasien jaminan yang mencapai 600-700 pasien dalam sehari. Jumlah pasien tersebut meningkat setelah adanya sistem rujukan dari BPJS Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Azzedine Ounahi mencetak dua gol untuk membawa Singa Atlas ke perempat final.
Prakiraan cuaca DIY 5 Juli 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berawan, suhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
KWT Sleman dilatih mengembangkan pangan fungsional berbasis pandan dan cabai menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.