Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Ilustrasi elpiji 3 Kg. /SOLOPOS- Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL- Beberapa hari menjelang perayaan Iduladha, warga di Bantul mengeluh kesulitan mendapatkan Liquefid Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji bersubsidi seberat tiga kilogram.
Birtanto, 37, salah satunya. Warga Trirenggo, Bantul ini mengaku kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram. Ia biasanya berlangganan dari warung pengecer yang tidak jauh dari rumahnya. Namun karena tidak ada ia terpaksa mencari-cari ke warung lain dan mendapatkannya di warung tetangga desa dengan harga Rp20.000 per tabung.
Ia sempat heran karena kerap melihat truk berisi tabung gas bersubsidi bersliweran namun di pengecer justru tidak ada, “Saya lihat ada mobil isi tabung gas bersliweran ke arah Pundong tapi kok di warung langka,” kata Birtanto. Senada juga disampaikan Sudiyati, 51, penjual gorengan asal Bambanglipuro.
Sejak tiga hari lalu Sudiyati kesulitan mendapatkan tabung gas dari pengecer langganannya karena ada pembatasan pengiriman. Ia terpaksa harus menitip tabung gas yang kosong agar kebagian, “Kalau mahalpun pasti saya beli karena butuh,” kata dia.
Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul, ZN Handayani, membenarkan adanya kelangkaan elpiji bersubsidi sejak akhir Juli lalu. ia menduga kelangkaan dipicu karena permintaan tinggi menjelang hajatan, salah satunya Iduladha.
Kelangkaan itu, kata dia, sebenarnya sudah diantisipasi oleh pihak Pertamina dengan menambah stok sebanyak 8.760 tabung per 26 Juli lalu. Dinas Perdagangan juga sudah melakukan pemantauan ke beberapa pangkalan dan pengecer, “Sebenarnya stok elpiji tiga kilogram masih dalam batas aman jika masyarakat yang membeli sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” kata Handayani.
Namun persoalannya masih ada yang membeli tidak sesuai kebutuhan. Bahkan disinyalir masih ada pihak yang sebenarnya tidak berhak menggunakan gas ukuran tiga kilogram masih menggunakannya. Berdasarkan laporan Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) realisasi penyaluran gas elpiji bersubsidi di Bantul rata-rata mencapai 700.000-800.000 per bulan.
“Sebenarnya untuk kebutuhan masyarakat kalau tepat sasaran untuk keluarga miskin di Bantul sudah cukup tapi terkadang masih ada penggunaan yang tidak tepat sasaran seperti untuk usaha komersil restoran,” ungkap Handayani yang akrab disapa Nani. Pihaknya juga tidak segan memperingatkan pangkalan yang menjual gas elpiji bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET). Sementara tingkat pengecer, Dinas Perdagangan tidak memiliki kewenangan untuk memberi teguran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
SIM Keliling Polda DIY Jumat 25 September 2026 hadir di Kantor Kalurahan Kalitirto Berbah, Cek jadwal, syarat, biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 25 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.