Mbah Moen Wafat, Santri Ponpes Darul Quran Gelar Shalat Gaib

Sejumlah santri Pondok Pesantren Darul Quran, Wonosari, menggelar Salat Gaib sebagai ungkapan bela sungkawa wafatnya KH Maimun Zubair di Tanah Suci Mekah, Selasa (6/8/2019) - Harian Jogja/David Kurniawan
06 Agustus 2019 15:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Quran, Wonosari, menggelar Salat Gaib sebagai ungkapan bela sungkawa wafatnya KH Maimun Zubair di Tanah Suci Mekah, (6/8/2019). Selain Salat Gaib, ratusan santri juga mengikuti doa tahlil bersama.

Salat Gaib dilaksanaan seusai Salat Zuhur berjamaah. Setelah imam menyelesaikan salam terakhir salat wajib, ratusan jemaah yang terdiri dari pengurus dan santri langsung melanjutkannya dengan sholat sunah ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran, Imron Rosidi, mengatakan jajarannya ikut berduka atas wafatnya kiai kharismatik yang akrab disapa Mbah Moen ini. Menurut dia, kabar duka diketahui melalui berita di televisi. “Kami bersama santri berinisiatif menggelar Salat Gaib dan doa tahlil,” katanya kepada wartawan, Selasa.

Menurut dia, salat sunah dan doa ini dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Moen. Pasalnya, almarhum merupakan salah satu tokoh dan ulama kharismatik yang berpengaruh di Indonesia. “Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima dan di tempatkan di sisi Allah SWT,” katanya.

Rencananya doa untuk Mbah Moen tidak hanya dilakukan sehari. Doa akan digelar selama tujuh hari setelah pelaksanaan Salat Isya. “Selama tujuh hari ke depan kami akan memanjatkan doa untuk almarhum Mbah Moen,” katanya.