Kekeringan di DIY Meluas, Gunungkidul Paling Parah

Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
06 Agustus 2019 04:17 WIB Abdul Hamied Razak Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gunungkidul menjadi wilayah paling tinggi menerima pasokan air bersih dari BPBD DIY.

Hingga Minggu (2/8/2019) tercatat sebanyak 5,57 juta liter air bersih didistribusikan ke 10 kecamatan di Gunungkidul. Adapun penyaluran air bersih ke wilayah Bantul tercatat 785.000 liter ke tiga kecamatan sementara untuk wilayah Kulonprogo sebanyak 215.000 liter untuk empat kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara menjelaskan di beberapa wilayah ada kecenderungan kenaikan permintaan air bersih. "Tingginya permintaan air disebabkan wilayah terdampak kekeringan semakin meluas," katanya, Senin (5/8/2019).

BPBD mencatat kecamatan yang membutuhkan suplai air paling banyak berada di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Di kecamatan ini lebih dari 350 tangki air sudah dikirim ke lokasi. Kenaikan permintaan air bersih juga terjadi di Kecamatan Rongkop di mana sekitar 200 tangki air sudah terdistribusikan.

"Untuk Kabupaten Bantul, sebelumnya ada dua kecamatan yang mengajukan dropping air sekarang tambah satu kecamatan. Begitu juga di Kulonprogo, tambah satu kecamatan," katanya.

Meskipun terjadi peningkatan wilayah kekeringan dan permintaan air bersih, lanjut Biwara, bantuan air bersih yang didistribusikan masih ditangani oleh pemerintah daerah setempat.

Jika ada kelompok masyarakat yang akan memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak, dia menganjurkan agar berkoordinasi dengan BPBD. "Ini perlu agar distribusi air bisa merata," katanya.

Selama tidak ada solusi jangka panjang, kata Biwara, maka proses pendistribusian air bersih selama terjadi kekeringan akan tetap dilakukan. Dia berharap warga di wilayah kekeringan benar-benar bisa memanfaatkan air bersih dengan baik dan berhemat.

"Ya selama tidak ada solusi jangka panjang tetap akan seperti ini, solusi jangka pendek [distribusi air]. Penanganannya butuh solusi jangka panjang," katanya.

Dhony Kristanto, Ketua FK Tagana DIY mengatakan Tagana DIY menyiapkan setidaknya 750 tangki air bersih yang dialokasikan dari APBD DIY. Selama Juli 2019, katanya, Tagana sudah mendistribusikan sebanyak 350 titik.

Selama Agustus ini, lanjutnya, Dinsos DIY menyiapakan 400 tangki. "Ini belum termasuk dari bantuan CSR sekitar 200 tangki. Insyaallah, selama Agustus ini pasokan air bersih masih aman," kata Dhony.