Pemkab Kulonprogo Sudah Salurkan Bantuan 184 Pompa Air

Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
06 Agustus 2019 07:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menganggap bantuan pompa yang sudah diberikan pada petani dari 2013 sampai sekarang dirasa cukup untuk mengatasi masalah kekeringan saat musim kemarau.

"Kami sudah berikan bantuan pompa itu dari 2013, sehingga saat diperlukan seperti untuk musim kemarau ini, petani siap dengan pompanya di lapangan," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Tri Hidayatun pada Senin (5/8/2019).

Ia menjelaskan, total dari 2013 sampai 2018 sudah ada 184 pompa yang diberikan pada petani di Kulonprogo. Bantuan pompa paling banyak diberikan di 2015 dengan jumlah 71 unit pompa.

"Di tahun ini kami berikan tiga unit," kata Hidayatun. Bantuan pompa diberikan agar petani pemakai air bisa memanfaatkan ketersediaan air melalui sumur atau sumber air lainnya.

Setelah tidak lagi dialiri sumber air irigasi, petani harus berputar otak mendapatkan ketersediaan air. Petani di Dusun Dobangsan, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Suwardi mengaku sudah tidak lagi memanfaatkan air dari irigasi sejak pertengahan Juli.

Ia mengganti tanaman padi yang sebelumnya dipanen dari Mei dengan tanaman cabai agar tidak banyak menggunakan air. "Nanti setelah mulai ada airnya lagi, baru tanam padi lagi," ujarnya.

Menurutnya, petani di Wates dan Panjatan banyak yang masih bergantung pada sumber air dari irigasi. Ketika tidak ada air dari irigasi, petani memanfaatkan sumber air dari sumur dan mengganti tanaman padi dengan palawija.