Hiphop Riuhkan Taman Budaya Yogyakarta

Begundal Clan berfoto bersama penggemar seusai tampil di panggung Musik Malam TBY, Selasa (6/8/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
07 Agustus 2019 22:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terus mewadahi komunitas musik untuk berkreasi dengan musik. Kali ini, panggung musik malam TBY menampilkan genre musik yang berbeda dari sebelumnya, yakni hiphop. Sepanjang Selasa (6/8/2019) malam, pengunjung TBY bersorak-sorai memadati arena panggung Musik Malam TBY. Hiphop identik dengan musik rap yang memang bagian dari musik tersebut.

Di Jogja, penggemar genre musik ini ternyata cukup banyak. Terbukti, sejumlah grup ternama beraliran hiphop berbasis komunitas pun menghibur pengunjung TBY malam itu.  Mulai Bacill Kill, GNTZ, Wijilan Kidz, Begundal Clan, Mahijadedi, Dirty Connection dan Bigtrutha Gio Alcatraz. Mereka tampil memukau dengan karakter rap khasnya masing-masing.

Selain menikmati musik hiphop, pengunjung juga dimanjakan oleh keberadaan stan-stan yang berbau hip hop. Seperti YO Caps Care, Exploseco, Toilet Market, Lutfhi 2nd, Jaimart Second dan 217 cleaning. Salah satu grup hiphop yang tampil adalah Begundal Clan. Tak tanggung-tanggung, sembilan personel group ini turun untuk menghibur para pengunjung. Mulai Gege A.K.A Ghelava, Rio (Exotic), Aan (Arari), Prima (Cozy), Jerry (XJerrico), Indra (Secknoristo), Frans (Fats), Wendy (Majezty) dan Dynan A.K.A Dj Dynan (Turntablist).

Begundal Clan yang terbentuk sejak 2009 lalu itu membawakan lima musik kebanggaan mereka. Song list yang ditampilkan mulai Berbahaya, Perang Dingin, Bedebah, Lucky Bastard, dan Seperti Ini. Mereka memiliki passion terhadap musik hiphop. Mereka secara bersama-sama sepakat untuk turut meramaikan skena hiphop lokal Nusantara. "Tahun ini kami akan merayakan ulang tahun ke 10," kata Manager Begundal Clan Bernardinus Nawaruci kepada Harianjogja.com, Selasa.

Nawa mengatakan Begundal Clan muncul terinspirasi oleh kehidupan black culture lewat aktivitas lowbrow-nya. Kedelapan pemuda yang tergabung dalam grup rap ini kerap dicap sebagai begundal. Begundal Clan, kelompok minor berlabel stigma di luar dogma yang berlaku. "Di balik stigma yang melekat mereka berusaha menunjukkan proses berkarya mereka lewat hiphop yang menjadi media mereka untuk berdialektika," kata Nawa.

Alunan musik hiphop dari grup-grup yang tampil semakin membuat suasana riuh. Aksi pertunjukan outdoor di Panggung Terbuka TBY itu menjadi ajang ekspresi bagi para pecinta musik hiphop. "Gelaran musik malam ini mengangkat tajuk Hip Hop Soringin," kata Kurator 1 Musik Malam TBY Heri Macan di sela-sela kegiatan.