Advertisement
Agar Dapat Harga Tinggi, Petani Disarankan Jual Cabai ke Pedagang di Pasar
Ahmad Suhartono menunjukkan cabai di lahan miliknya dengan luas sekitar 400 meter di Bulak Tirto, Dusun Jaten, Triharjo, Pandak, Bantul, Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL – Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Hariyadi [kini dipromosikan menjadi Asisten Sekda 3 Setda Bantul] menyampaikan untuk mensiasati keuntungan tengkulak cabai, para petani harus menjual hasil panennya ke pedagang pasar langsung.
Menurutnya jika sepeti itu terus yang akan mendapatkan untung banyak adalah para tengkulak. Pantauan harga cabai sampai saat ini ialah cabai keriting Rp60.000/kilogram, cabai teropong Rp45.000 per kilogram.
Advertisement
“Itu harga di pasar Bantul segitu, selisihnya dari petani itu lumayan tinggi, cabai keriting kalau dari petani selisih Rp25.000, kalau teropong selisih Rp16.000. Kalau petani tidak menjual langsung ke pedagang yang dapat untung banyak ya para tengkulak,” katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Rabu (7/8/2019).
Ia juga menyampaikan para petani juga bisa memanfaatkan pasar lelang yang ada di Samiran, Kretek, Soge Sanden agar hasil panen mereka tidak terlalu jatuh dari pasaran. Menurutnya kenaikan harga cabai ini dikarenakan lahan yang sedang panen cabai terhitung sedikit.
BACA JUGA
“Yang panen sedikit tapi permintaan tetap tidak menurun jadi harganya mahal. Kira-kira ada sekitar 250 hektare lahan tanaman cabai tapi yang panen cuma 50 hektare. Kalau lahan terbesar ada di empat kecamatan yaitu Kretek, Sanden, Pundong, sama Piyungan,” jelas Pulung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polandia Tolak Permintaan AS Pindahkan Rudal Patriot ke Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
Advertisement
Advertisement








