Agar Dapat Harga Tinggi, Petani Disarankan Jual Cabai ke Pedagang di Pasar

Ahmad Suhartono menunjukkan cabai di lahan miliknya dengan luas sekitar 400 meter di Bulak Tirto, Dusun Jaten, Triharjo, Pandak, Bantul, Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
08 Agustus 2019 06:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Hariyadi [kini dipromosikan menjadi Asisten Sekda 3 Setda Bantul] menyampaikan untuk mensiasati keuntungan tengkulak cabai, para petani harus menjual hasil panennya ke pedagang pasar langsung.

Menurutnya jika sepeti itu terus yang akan mendapatkan untung banyak adalah para tengkulak. Pantauan harga cabai sampai saat ini ialah cabai keriting Rp60.000/kilogram, cabai teropong Rp45.000 per kilogram.

“Itu harga di pasar Bantul segitu, selisihnya dari petani itu lumayan tinggi, cabai keriting kalau dari petani selisih Rp25.000, kalau teropong selisih Rp16.000. Kalau petani tidak menjual langsung ke pedagang yang dapat untung banyak ya para tengkulak,” katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Rabu (7/8/2019).

Ia juga menyampaikan para petani juga bisa memanfaatkan pasar lelang yang ada di Samiran, Kretek, Soge Sanden agar hasil panen mereka tidak terlalu jatuh dari pasaran. Menurutnya kenaikan harga cabai ini dikarenakan lahan yang sedang panen cabai terhitung sedikit.

“Yang panen sedikit tapi permintaan tetap tidak menurun jadi harganya mahal. Kira-kira ada sekitar 250 hektare lahan tanaman cabai tapi yang panen cuma 50 hektare. Kalau lahan terbesar ada di empat kecamatan yaitu Kretek, Sanden, Pundong, sama Piyungan,” jelas Pulung.