Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menilai kurangnya acara pada malam hari menyebabkan lama menginap wisatawan di privinsi ini singkat meski tingkat okupansi tinggi.
“Salah satu penyebab rendahnya lama tinggal yaitu karena kurangnya atraksi atau acara di Jogja, terutama malam hari,” kata Humas PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, Minggu (11/8/2019).
Pariwisata DIY setidaknya butuh acara setiap hari atau setidaknya pada tanggal-tanggal tertentu tetapi berkelanjutan terutama di malam hari. Minimal empat kali dalam sepekan.
Diharapkan dengan adanya acara di malam hari di setiap kabupaten/kota, wisatawan memiliki alternatif untuk memilih. Dengan hiburan di malam hari itu, otomatis akan menambah pengeluaran pemerintah namun dengan itu semua bisa berdampak baik, terutama dari segi lama tinggal wisatawan.
“Bila berbicara lama tinggal, pemerintah juga harus menganggarkan dana untuk acara. Nanti juga dari pajak hotel dan restoran yang masuk juga jadi PAD [pendapatan asli daerah]. Belum lagi multiefek lainnya di masyarakat sekitar lokasi acara,” katanya.
Deddy mengharapkan pemerintah agar berani mengambil langkah tersebut hingga nantinya tercapai lama tinggal wisatawan setidaknya tiga hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2019, tertinggi tercatat di DIY sebesar 64,31% namun hal tersebut tidak sejalan dengan lama tinggal wisatawan.
Kepala BPS DIY Johanes De Britto Priyono mengungkapkan rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,77 hari selama Juni 2019, terjadi penurunan sebesar 0,08 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada Juni 2018.
Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2019, rata-rata lama menginap pada Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 0,16 poin. Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Juni 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,71 hari dan 1,64 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Maruti Suzuki India dikabarkan siap meluncurkan mobil flex fuel E100 berbasis etanol untuk Wagon R dan Fronx pada 2026 sebagai bagian dari transisi energi bersi
Tunggal putra Alwi Farhan lolos ke semifinal Singapore Open 2026 usai membungkam wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-12, 21-17.
PSIM Jogja cenderung mempertahankan staf pelatih lokal musim depan. Jean-Paul Van Gastel fokus evaluasi tim dan peningkatan aspek taktik pemain.
Sapi kurban 1,1 ton di Sleman jadi sorotan. Dikirim sosok misterius TIW, daging melimpah hingga dibagikan lintas daerah.
Waspadai lonjakan kolesterol jahat (LDL) pasca-Iduladha. Kenali 5 gejala tubuh dari nyeri dada hingga sakit kepala seusai makan daging kambing.