Bumi Manusia Kenalkan Lebih Jauh Sosok Pak Pram

Hanung Bramantyo (lima dari kiri) meresmikan Museum Bumi Manusia di Studio Alam Gamplong, Dusun Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Selasa, (13/8/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
13 Agustus 2019 22:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Film Bumi Manusia besutan sutradara Hanung Bramantyo diharapkan dapat memperkenalkan Pramoedya Ananta Toer kepada generasi muda dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air yang diisi oleh berbagai suku bangsa.

Sutradara Bumi Manusia Hanung Bramantyo mengatakan diperlukan nyali besar untuk membuat film novel karya dari novelis Indonesia Pramoedya Ananta Toer yang karyanya telah banyak diganjar penghargaan baik itu dari level nasional maupun internasional.

"Saya ingin memperkenalkan karya Pramoedya Ananta Toer kepada generasi muda, pengetahuan mengenai sosok Pramoedya Ananta Toer di generasi saya juga tidak terlalu baik, lewat film ini semoga semua bisa mengenal sosok Pram dengan baik lewat Bumi Manusia," kata Hanung saat konferensi pers film Bumi Manusia di Studio Alam Gamplong, Dusun Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Selasa, (13/8/2019).

Selain itu, kata Hanung, fungsi lain Bumi Manusia adalah untuk mengenang sastra klasik yang dibuat lewat perjuangan. "Tulisan itu dituliskan oleh seseorang yang ditahan tanpa ada proses pengadilan, ada sebuah perjuangan di situ, itu buat saya harus dirasakan bareng bareng oleh anak muda yang terputus pengetahuan mengenai Pramoedya Ananta Toer," jelasnya.

Bahkan Bumi Manusia, kata Hanung, banyak yang masih salah sebut. Entah itu bumi dan manusia atau penyebutan lainnya. "Akhirnya itu membuat saya gelisah dan memutuskan untuk membuat film ini," katanya.

Peresmian Museum

Adapun, ada dua agenda besar yang akan dilakukan oleh pemeran serta kru film Bumi Manusia di DIY. Pertama, gala premiere yang menghadirkan seniman dan budayawan dan filmmaker serta para pemeran Bumi Manusia. Kedua, peresmian Museum Bumi Manusia yang ada di kompleks studio alam di Dusun Gamplong.

"Di Museum Bumi Manusia nanti kami batasi hanya boleh dimasuki oleh 10 orang dan hanya diberikan waktu sekitar 30 menit. Kenapa hanya 10 orang? karena tingkat atas tidak bisa diisi lebih dari 20 orang. Daripada nanti ambruk," katanya.

Ke depannya, kata dia, Museum Bumi Manusia nantinya bisa dipergunakan untuk tempat berkumpulnya fans Pak Pram. "Bisa untuk tempat pembacaan puisi dan Novel karya Pramoedya Ananta Toer," katanya.

Putri dari Pramoedya Ananta Toer, Astuti Ananta Toer yang ikut dalam konferensi pers di Studio Alam Gemplong mengatakan jika ia berterima kasih karya Pramoedya bisa diangkat ke film. Menurutnya, dengan diangkatnya novel Bumi Manusia ke film masyarakat bisa lebih mengenal baik Pramoedya Ananta Toer. “Saya berharap generasi saat ini bisa lebih mengenal siapa Pak Pram [Pramoedya Ananta Toer],” ucap dia.