Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kadin Bantul Nilai Positif bagi Dunia Usaha
Kadin Bantul menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berdampak positif bagi dunia usaha, didukung digitalisasi UMKM dan program KUR.
Kegiatan sosial peduli lingkungan dengan bersih sungai dan menebar benih ikan oleh Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD di Sungai Gajah Wong, Sidobali, Muja-Muju, Umbulharjo, Jumat (26/10/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL—Komunitas peduli sungai di DIY kembali menggelar Jambore Sungai, Sabtu (24/8). Khusus tahun ini, agenda yang sudah empat kali digelar tersebut mengangkat tema Sungai Kita Wajah Kita.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta (AKSY), Endah Rodjiani mengatakan Jambore Sungai tahun ini digelar dalam bentuk seminar selama dua hari di Laguna Pantai Depok, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Acara tersebut, kata dia, diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari kalangan komunitas peduli sungai yang tak hanya berasal dari DIY, namun juga dari beberapa daerah.
“Seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur, Banten, Maluku, Jawa Barat dan Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ucap Endang, Sabtu.
Dia mengatakan persoalan sungai yang diangkat kali ini asalah pencemaran limbah dan sampah. Ia berharap kampanye peduli sungai mengajak masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai halaman muka sehingga tidak lagi membuang sampah dan limbah di sungai. "Kami ingin isu soal sungai dan berbagai permasalahannya terus diangkat melalui forum maupun aksi nyata," kata dia.
Sejauh ini, kata Endang, pencemaran sungai di wilayah Bantul sudah masuk dalam kategori sedang. Kategori tersebut artinya tidak layak untuk minum dan mandi. Selain itu terdeteksi juga hilangnya sejumlah biota sungai salah satunya udang yang jarang dijumpai.
Dari hasil pemantauan di sungai yang berada di wilayah Paker, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, ikan sapu-sapu lebih banyak ketimbang ikan lokal.
Kepala Bidang Pemeliharaan BBWSSO, Sahril mengatakan tiga daerah aliran sungai (DAS) yang melintasi DIY, seperti Sungai Progo, Serang serta Sungai Opak dan Sungai Oya, saat ini dalam kondisi tercemar. “Namun masih dalam batas sedang,” ucap dia.
Menurut Sahril, pencemaran terjadi bukan hanya dari DIY, namun sejak dari hulu di Jawa Tengah seperti limbah rumah tangga hingga pabrik kulit dan tekstil. "Pencemaran sejak dari hulu dan yang paling menderita dalah di hilir," kata Sahril. “Dari 450 DAS di Indonesia, 108 DAS di antaranya memang tercemar dalam kategori sedang.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin Bantul menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berdampak positif bagi dunia usaha, didukung digitalisasi UMKM dan program KUR.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.