Anak Motor Antik Diberi Pemahaman tentang Tertib Berkendara

Anggota MAC Yogyakarta dan pengunjung Djogjantiqueday bersama-sama memotong tumpeng dalam peringatan hari jadi ke-32 MAC Yogyakarta, di Halaman Parkir Stadion Mandala Krida, Sabtu (24/8/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
26 Agustus 2019 01:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pameran sepeda motor antik menjadi cara Motor Antique Club (MAC) Yogyakarta merayakan hari jadinya yang ke-32.

Tak hanya sukses menampilkan ribuan sepeda motor antik, melalui acara Djogjantiqueday yang digelar di Halaman Parkir Stadion Mandala Krida, Jumat-Sabtu (23-24/8/2019) tersebut, MAC Yogyakarta juga mengedukasi pegiat sepeda motor antik untuk tertib berlalu lintas dan menghindari aksi kekerasan jalanan.

Ketua Panitia, Ardi Sinchan, mengatakan Djogjantiqueday merupakan event kelima yang digelar MAC Yogyakarta sebagai bentuk peringatan hari jadi mereka. Melalui kegiatan itu, komunitasnya berharap bisa membaurkan pecinta motor antik dengan masyarakat umum.

Puluhan stan aksesoris, pakaian, dan sparepart motor antik menyambut pengunjung saat memasuki area pameran. Di sisi utara venue berjejer beberapa mobil keluaran sekitar 1960. Sementara di sisi selatan berjejer puluhan sepeda motor antik pabrikan Eropa dan Amerika.

Ardi mengatakan selama ini masyarakat kerap berstigma bahwa pengendara motor antik adalah “koboi” jalanan. “Padahal sebenarnya tidak ada perbedaan dengan masyarakat pada umumnya, hanya mereka menaiki motor antik. Makanya acara kami gratiskan, kami rayakan bersama masyarakat yang bukan penggemar sepeda motor,” kata dia, Sabtu.

Tak hanya itu, melalui kegiatan yang bertemakan Vintage Paradise tersebut, komunitasnya juga mengajak anak muda Jogja untuk menerapkan safety riding serta menghindari aksi kekerasan jalanan yang merugikan orang lain.

Selama dua hari gelaran, Djogjantiqueday menghadirkan sejumlah pemusik yang telah akrab di telinga anak muda maupun tua, seperti Festvlst, Sirkus Barock, Feelgood, Sri Redjeki, Tiger Paw, dan Apolo 10.

Dia menjelaskan MAC Yogyakarta saat ini memiliki anggota resmi sebanyak 480 orang dan anggota kultural sekitar 200 orang. Sejumlah kegiatan komunitas ini di antaranya adalah touring ke lokasi wisata sebagai salah satu bentuk promosi pariwisata. Selain itu, komunitasnya juga kerap menggelar bakti sosial. “Di usia yang ke-32 tahun ini, kami berharap MAC bisa migunani bagi orang lain di luar komunitas,” ucap dia.

Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo, mengatakan jika di-setting dengan matang, kegiatan seperti Djogjantiqueday bisa jadi daya tarik sekaligus menjadi ruang yang memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat soal sepeda motor yang pernah berjaya di masa lalu.

“Acara ini bisa menambah khazanah event yang ada di DIY yang segmentasinya pada sepeda motor antik. Kalau dikemas dalam bentuk yang menarik, tentu ini akan menambah kekuatan kepariwisataan di DIY. Buktinya, banyak juga peserta datang dari luar DIY,” ucap dia.