PBB Gunungkidul Jatuh Tempo 30 September, Denda 1 Persen Menanti
PBB Gunungkidul jatuh tempo 30 September 2026. Sebanyak 31 kalurahan sudah lunas, warga diminta membayar agar terhindar dari denda.
Riyanto, instruktur dari RTI Bogor yang bertugas memberikan pendampingan dalam pembuatan tempe ber-SNI menunjukkan cara memisahkan kulit kedelai dengan isi di Gunungkidul Agro Techno Park, Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Jumat (6/9/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul Agro Techno Park di Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari berencana mengembangkan produksi tempe dengan standar nasional Indonesia (SNI). Dalam produksinya, selain mengutamakan bahan kedelai lokal juga memberdayakan masyarakat sekitar.
Pengelola Gunungkidul Agro Techno Park, Adriana Yustina Nora, mengatakan pengembangan Gunungkidul Agro Techno Park sebagai upaya memanfaatkan lahan produktif di wilayah perkotaan. Di dalam program ini dikembangkan sistem pertanian terpadu meliputi pengembangan kebun buah dan sayuran, kolam ikan, peternakan sapi hingga produksi tahu dan tempe. “Masih dalam proses dan yang mulai produksi salah satunya pembuatan tempe,” kata Adriana, Jumat (6/9/2019).
Menurut dia, produksi tempe yang dikembangkan berstandar SNI. Pasalnya, di Indonesia sekarang baru ada dua rumah produksi yang memiliki standar tersebut. “Baru di Bogor, Jawa Barat, dan Surabaya, Jawa Timur. Sisanya perajin baru sebatas memiliki izin PIRT, sehingga kami ingin ikut mengembangkan. Untuk mewujudkan tempe ber-SNI langsung mendatangkan instruktur dari Rumah Tempe Indoesia [RTI] Bogor,” katanya.
Adriana menjelaskan untuk produksi berencana memberdayakan masyarakat sekitar di Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek. Sedangkan bahan kedelai juga menggunakan produk lokal sehingga upaya tersebut dapat memberikan kesejahteraan bagi petani. “Harus ada hubungan yang saling menguntungkan sehingga produk menggunakan bahan baku lokal. Memang harganya lebih mahal, tapi dari sisi kualitas rasa lebih unggul daripada yang menggunakan kedelai impor,” katanya.
Instruktur RTI Bogor, Riyanto, mengatakan pengembangan tempe ber-SNI di Desa Kepek melibatkan warga lokal. Adapun proses standardisasi dapat dilihat dari kualitas dan peralatan yang digunakan dalam produksi. “Semua harus higienis dan mesin yang digunakan menggunakan baja stainless yang tidak mudah berkarat,” katanya.
Untuk kapasitas produksi awal hanya menargetkan 100 kilogram tempe per hari. Sedang untuk pemasaran membidik segementasi kalangan menengah ke atas. “Masih tahap awal dan produksi baru 30 kilogram per hari, tapi kalau sudah beroperasi penuh maka bisa 100 kilogram per harinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul jatuh tempo 30 September 2026. Sebanyak 31 kalurahan sudah lunas, warga diminta membayar agar terhindar dari denda.
Jadwal KSPN Jogja 14 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 14 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta rincian biaya resminya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.