Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Para peserta Jambore Sejarah sedang mengikuti di kawasan Lintang Sewu, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul, akhir pekan lalu./Istimewa-Disbud Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja menggelar Jambore Sejarah di kawasan wisata Lintang Sewu, Dusun Karangasem, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Acara digelar yang selama tiga hari, yakni sejak Jumat (6/9/2019) hingga Minggu (9/9/2019) itu diikuti 50 pemuda karang taruna dan komunitas sejarah.
Kepala Seksi Sejarah, Bidang Sejarah Bahasa dan Sasrta, Dinas kebudayaan Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni mengatakan acara tersebut digelar untuk menggali sejarah lokal Jogja melalui berbagai media seni agar mudah disampaikan pada publik. Selama tiga hari dua malam, kata dia, peserta digembleng dengan berbagai materi kesenian, di antaranya seni lukis, keaktoran, wayang, dan dramatic reading.
Masing-masing peserta diminta memilih media seni tersebut sesuai kecendrungannya sebagai media penyampaian materi sejarah. “Jambore Sejarah merupakan rangkaian kegiatan penggalian potensi sejarah lokal. Berbicara sejarah tidak hanya tentang kemerdekaan, namun juga sejarah lokal seperti berdirinya Pasar Beringharjo atau sejarah kuliner gudeg,” ucap dia kepada Harianjogja.com, Minggu.
Cara penggalian potensi sejarah juga tidak hanya melalui buku-buku sejarah namun bisa melalui berbagai media seni. Oleh sebab itu dinasnya mengajak anak-anak muda di Kota Jogja untuk sama-sama memiliki minat belajar sejarah sebagai upaya melestarikan sejarah lokal. "Kenapa harus lewat seni? Karena seni paling mudah dicerna dan banyak diminati anak muda. Namun seni hanya media penyampaian sejarah, ke depan tidak menutup kemungkinan cara belajar sejarah bisa dikemas dalam bentuk lainnya, misalnya wisata,” ucap dia.
Dia juga berharap para peserta Jambore Sejarah yang digembleng para akademisi dan seniman dapat meningkatkan minat masyarakat dalam mrnggali potensi sejarah, khususnya sejarah lokal dalam rangka melestarikan sejarah lokal.
Jambore Sejarah dibuka langsung oleh Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra, Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Dwi Hana Cahya Sumpena. Sebelumnya upaya menggali potensi lokal Jogja juga dilakukan Dinas Kebudayaan Kota Jogja melalui gelaran Lomba Penulisan Cerita Pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.