IKM dan UMKM Harus Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Pameran UMKM. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
08 September 2019 20:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadaan industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Gunungkidul diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan di era Revolusi Industri 4.0 para pelaku usaha yang ada di Bumi Handayani harus mulai bisa mengatur usahanya. Mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga dalam hal pemasaran harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. "Jangan terpaku dengan sistem pemasaran dengan cara memajang barang di pasar atau toko," ujarnya, Sabtu (8/9/2019).

Johan Eko menjelaskan dari penyediaan barang baku hingga pemasaran para pelaku usaha harus bisa memanfaatkan teknologi, sehingga produk IKM maupun UMKM dapat di kenal masyarakat secara luas. "Para pengusaha bisa menggunakan Internet untuk pemasaran seperti dijual melalui marketplace atau media sosial," kata dia.

Saat ini Disperindag Gunungkidul mengupayakan agar kemudahan dalam jual beli segera dirasakan oleh masyarakat secara luas dengan pemanfaatan teknologi Internet. Menurutnya saat ini sudah ada delapan pasar yang terkoneksi Internet. "Harapannya para pelaku UMKM dan IKM bisa menggunakan Internet untuk memasarkan produk mereka melalui media sosial," katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto, menuturkan untuk memajukan roda perekonomian masyarakat di Gunungkidul bukan perkara sederhana. Pasalnya, ada empat pilar yang harus diperhatikan pemerintah. "Empat pilar yang harus digenjot perkembangannya yaitu pariwisata, infrastruktur, UMKM dan pertanian," ujar dia.

Menurutnya, Dewan sering menyampaikan empat pilar tersebut kepada Pemkab untuk memaksimalkan dari segi fasilitas maupun dorongan. Jika selama ini pendapatan asli daerah (PAD) terbesar diperoleh dari sektor pariwisata, dikhawatirkan nantinya akan terjadi penurunan. "Selama ini realitanya wisatawan datang ke sini cuma menikmati alam. Uangnya paling cuma untuk retribusi, selebihnya uangnya dibelanjakan di Kota Jogja," katanya.

Diakuinya, yang menjadi kendala dalam pengembangan IKM dan UMKM di Gunungkidul yakni belum adanya tempat untuk menampung hasil produk. Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat dan pelaku IKM maupun UMKM mulai mempromosikan produk asli Bumi Handayani melalui media sosial.