Festival Sastra Ramaikan Kulonprogo

Tiga sastrawan saat mengisi Sastra Lintas Komunitas Membaca Api di Bukit Menoreh dalam rangka Festival Sastra Yogyakarta 2019 di Kedai Setjangkir, Kecamatan Wates, Kamis (5/9/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
08 September 2019 10:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Sastra Lintas Komunitas Membaca Api di Bukit Menoreh dipilih menjadi tema rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2019 yang digelar di Kulonprogo, Kamis (5/9/2019) malam.

Berlokasi di Kedai Kopi Setjangkir, Kecamatan Wates, kegiatan ini menampilkan tiga sastrawan muda Kulonprogo, yakni Wahyu Naufal, Latief Prakoso dan Bambang Jati Asmoro. Ketiganya berasal dari latar belakang berbeda, Naufal sebagai penulis novel, Latief aktor teater dan Bambang merupakan pemain ketoprak.

Direktur Festival Sastra Yogyakarta 2019 Harmono, mengatakan festival yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan DIY tersebut sengaja memilih Kulonprogo sebagai salah satu lokasi kegiatan karena di sana menjadi salah satu latar lokasi kisah Api di Bukit Menoreh.

Dia mengatakan Festival ini merupakan helatan pertama dan diharapkan bisa menjadi agenda tahunan. Adapun kegiatan yang diadakan dalam festival ini di antaranya  workshop dan pembacaan sejumlah karya sastra. "Salah satunya pembacaan Api di Bukit Menoreh kali ini," kata dia Kamis.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat Kulonprogo. Salah satunya Prastyadi yang ikut menonton pentas Sastra Lintas Komunitas Membaca Api di Bukit Menoreh. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus rutin diadakan karena geliat sastra di Kulonprogo dirasa kurang.

"Untuk acaranya sudah bagus, mungkin kalau jadi kegiatan rutin tahunan bakal lebih bagus lagi, karena temu sastra di sini itu sangat jarang," ucapnya.