Badan Otorita Borobudur Genjot Peningkatan SDM Desa Wisata

Para peserta mendengarkan paparan materi dalam pelatihan pengolahan kuliner dan kopi di objek wisata De Loano Glamping, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019).- Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
08 September 2019 18:02 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PURWOREJO—Badan Otorita Borobudur (BOB) berupaya mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di zona otorita BOB dengan gencar menggelar pelbagai jenis pelatihan.

Salah satunya seperti pelatihan yang mereka adakan di objek wisata De Loano Glamping, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). Di lokasi tersebut, BOB menggelar pelatihan peningkatan pelayanan desa wisata yang berfokus pada penyajian kuliner dan pengolahan kopi.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pengelola desa wisata, pelaku usaha kopi dan petani kopi. Mereka berasal dari beberapa desa di tiga kabupaten, yaitu Kulonprogo (DIY) serta Magelang dan Purworejo (Jawa Tengah).

Materi yang disajikan dalam pelatihan ini meliputi pengetahuan tentang usaha makanan dan minuman, penanganan peralatan memasak berdasarkan kesehatan, keamanan dan keselamatan kerja (K3), pelayanan prima dan tata cara menyajikan kopi yang baik dan benar. Pelatihan diisi dua pemateri dari Program Studi Manajemen Tata Hidangan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Hanna Daniati dan Nandang Suhada.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika, mengatakan banyak potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan dan terintegrasi dengan kawasan wisata yang saat ini mereka kelola di zona otorita.

Dari sekian potensi, kopi dipilih karena menurutnya komoditas ini memiliki daya tarik bagi wisatawan. Sayangnya, potensi tersebut belum dikembangkan secara baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan diselenggarakan agar masyarakat tahu cara-cara mengembangkan potensi tersebut.

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan kualitas kopi yang masyarakat produksi, baik dari segi rasa ataupun kemasan dapat meningkat, sehingga komoditas tersebut bisa benar-benar menarik minat wisatawan. Peserta yang sudah dapat pelatihan ini juga diharapkan bisa menularkan ilmu ke rekan-rekannya. “Kelompok yang benar-benar sudah mumpuni akan melatih kelompok-kelompok lain yang masih berkembang,” ujar Bisma, Sabtu.

Salah satu peserta pelatihan dari Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Windarno, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini karena telah menambah pengetahuannya ikhwal tata cara mengolah kopi yang baik dan benar.

Penyaji tidak hanya mengutamakan rasa tetapi juga pelayanan kepada konsumen dan kebersihan alat pengolah kopi. “Yang jelas wawasan dan pengalaman jadi bertambah karena prinsipnya kalau saya memang selalu ingin belajar dari siapapun,” kata pria yang merupakan petani kopi sekaligus pemilik Kedai Kopi Suroloyo tersebut.

Di tempat yang sama BOB juga mengadakan temu wicara bertema Peran Industri Pariwisata dalam Pencapaian Target Kunjungan 2 Juta Wisatawan Mancanegara di kawasan Jogja Solo dan Semarang (Joglosemar). Narasumber kegiatan ini yaitu Joko Budiyanto dari kalangan akademisi; Joko Kustoro, Asita DIY; dan Agus Rochiardi selaku Direktur Pemasaran Pariwisata BOB.