USD Tuan Rumah Babak Penyisihan Olimpiade Jaringan

CAPTION Suasana pembukaan Babak Penyisihan wilayah DIY-Jawa Tengah: Olimpiade Jaringan bagi Sekolah Menengah Kejuruan-Teknologi Komputer Jaringan (SMK-TKJ), Tingkat Nasional 2019, di ruang seminar Auditorium Driyarkara, kampus USD, Senin (9/9/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
10 September 2019 11:27 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Sanata Dharma (USD) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Babak Penyisihan wilayah DIY-Jawa Tengah: Olimpiade Jaringan bagi Sekolah Menengah Kejuruan-Teknologi Komputer Jaringan (SMK-TKJ), Tingkat Nasional 2019, yang dibuka pada Senin (9/9/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerja sama dengan Mikrotik itu, diikuti siswa terbaik yang mewakili 523 sekolah, dari 23 provinsi di Indonesia.

Ketua Penyelenggara Valens Riyadi mengatakan jumlah peserta olimpiade selalu bertambah tiap tahun. Kali ini adalah olimpiade kali keempat. Jumlah peserta terbanyak berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatra. Sedangkan untuk wilayah DIY diikuti peserta dari 65 sekolah.

"Para peserta akan diseleksi hingga ditemukan 22 peserta yang akan lolos ke babak final yang akan diadakan di Bali, 23 Oktober 2019," kata dia, di ruang seminar Auditorium Driyarkara lantai II, Kompleks kampus Universitas Sanata Dharma.

Valens meminta kepada peserta hendaknya memaknai keikutsertaan mereka dalam olimpiade bukan hanya sebatas persoalan menang dan kalah. Karena ada peluang bagi siswa SMK untuk memasuki dunia kerja, bahkan sebelum mereka lulus.

“Kalau kami lihat dari tahun sebelumnya, yang juara tidak usah menunggu lulus, tetapi langsung kerja di perusahaan yang bonafit," kata dia.

Selain itu, para peserta juga perlu memahami, tentunya ada tambahan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan, dengan mengikuti olimpiade ini.

Ketua Umum Penyelenggara APJII Jamalul izza mengatakan olimpiade jaringan merupakan hal yang baru di dunia yang sebelumnya belum pernah ada. Bertujuan untuk menghadapi dinamika Revolusi Industri 4.0.

Menurut dia, Indonesia memerlukan engineer yang cukup banyak dan banyak perusahaan yang lebih memilih untuk merekrut siswa SMK ke dunia kerja, karena secara teknis lebih mudah dibentuk.

Rektor Universitas Sanata Dharma Johanes Eka Priyatma mengatakan olimpiade jaringan sejalan dengan upaya menjadikan manusia semakin manusiawi. Karena jaringan akan lebih mempermudah pekerjaan manusia.

Di masa sekarang, Internet membuat manusia terhubung dengan segala hal agar bisa semakin mulia. Teknologi menjadi jantung kehidupan manusia modern.
"Universitas Sanata Dharma beruntung menjadi tuan rumah pelaksanaan olimpiade ini. Karena menjadi bagian dari membangun peradaban," kata dia.