35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Siswa membawa sajam ke sekolah/Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Video berdurasi 29 detik berkaitan dengan siswa SMP di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul membawa senjata tajam (sajam) ke sekolah viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (5/9/2019) lalu ini bermula adanya penyitaan telepon seluler di sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Dalam video itu, tampak siswa tersebut membawa celurit. Sebelum masuk ke ruang guru tempat HP disita, telepon seluler tersebut langsung dilemparkan keluar oleh salah seorang dari dalam ruangan untuk mencegah anak tersebut masuk dan melukai orang lain.
Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa viral ini terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Ngawen. Meski demikian, untuk detail masalah pihaknya masih menunggu klarifikasi dari kepala sekolah yang bersangkutan. “Masih didalami. Namun yang jelas video yang viral benar terjadi,” katanya saat dihubungi, Rabu (11/9/2019).
Meski masih dalam penyelidikan, Kisworo memastikan bahwa siswa yang bersangkutan akan diberikan pembinaan secara edukasi. “Kami prihatin, tapi untuk sanksi lebih ke pembinaan. Untuk detailnya, kita lihat dulu kronologi kejadiannya seperti apa,” jelasnya.
Kepala Sekolah di SMP yang bersangkutan, Sriyana membenarkan adanya siswa di sekolahnya yang membawa senjata tajam ke sekolah. Meski demikian, ia menegaskan peristiwa itu tidak terjadi pada hari ini karena kejadian terjadi pada Jumat (5/9/2019). “Awal mulanya siswa membawa HP ke sekolah dan disita pada saat jam pelajaran,” katanya.
Menurut dia, sesuai dengan kebijakan dari sekolah, siswa dilarang membawa gawai. Adapun siswa yang nekat membawa akan disita dan untuk mengambilnya harus membawa surat pernyataan dari orang tua. “Kebetulan pelaku tidak bisa membuat [surat pernyataan] karena orang tuanya sedang di luar kota. Jadi, sehari setelah penyitaan mau mengambil tapi tidak bisa. Saat jam istirahat pelaku pulang dan membawa senjata ke sekolah,” katanya.
Sriyana menuturkan, untuk masalah ini pihaknya sudah dimintai keterangan ke Polsek Ngawen. “Setelah dari polsek, saya juga dipanggil ke dinas untuk menjelaskan tentang masalah yang terjadi di sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Menkeu Purbaya menegaskan setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo melalui kajian fiskal. Defisit APBN dijaga di bawah 3 persen PDB.
Delapan biksu tewas setelah ditabrak mobil bak terbuka yang dikemudikan bocah berusia 11 tahun di Provinsi Mukdahan, Thailand.
Korban gempa Venezuela terus bertambah. Sebanyak 12.400 orang terluka, 2.295 meninggal, sementara tiga WNI dipastikan selamat.
Program Makan Bergizi Gratis di DIY telah menjangkau 888.963 penerima hingga Mei 2026 dengan realisasi anggaran mencapai Rp835,55 miliar.
Swiss memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Aljazair 2-0 lewat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye.