Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Siswa membawa sajam ke sekolah/Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Video berdurasi 29 detik berkaitan dengan siswa SMP di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul membawa senjata tajam (sajam) ke sekolah viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (5/9/2019) lalu ini bermula adanya penyitaan telepon seluler di sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Dalam video itu, tampak siswa tersebut membawa celurit. Sebelum masuk ke ruang guru tempat HP disita, telepon seluler tersebut langsung dilemparkan keluar oleh salah seorang dari dalam ruangan untuk mencegah anak tersebut masuk dan melukai orang lain.
Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa viral ini terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Ngawen. Meski demikian, untuk detail masalah pihaknya masih menunggu klarifikasi dari kepala sekolah yang bersangkutan. “Masih didalami. Namun yang jelas video yang viral benar terjadi,” katanya saat dihubungi, Rabu (11/9/2019).
Meski masih dalam penyelidikan, Kisworo memastikan bahwa siswa yang bersangkutan akan diberikan pembinaan secara edukasi. “Kami prihatin, tapi untuk sanksi lebih ke pembinaan. Untuk detailnya, kita lihat dulu kronologi kejadiannya seperti apa,” jelasnya.
Kepala Sekolah di SMP yang bersangkutan, Sriyana membenarkan adanya siswa di sekolahnya yang membawa senjata tajam ke sekolah. Meski demikian, ia menegaskan peristiwa itu tidak terjadi pada hari ini karena kejadian terjadi pada Jumat (5/9/2019). “Awal mulanya siswa membawa HP ke sekolah dan disita pada saat jam pelajaran,” katanya.
Menurut dia, sesuai dengan kebijakan dari sekolah, siswa dilarang membawa gawai. Adapun siswa yang nekat membawa akan disita dan untuk mengambilnya harus membawa surat pernyataan dari orang tua. “Kebetulan pelaku tidak bisa membuat [surat pernyataan] karena orang tuanya sedang di luar kota. Jadi, sehari setelah penyitaan mau mengambil tapi tidak bisa. Saat jam istirahat pelaku pulang dan membawa senjata ke sekolah,” katanya.
Sriyana menuturkan, untuk masalah ini pihaknya sudah dimintai keterangan ke Polsek Ngawen. “Setelah dari polsek, saya juga dipanggil ke dinas untuk menjelaskan tentang masalah yang terjadi di sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.