PSEL Legok Nangka Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Tim reparatir mereparasi anak timbang milik salah satu pedagang Pasar Piyungan, Kamis (12/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah menera ulang peranti ukur para pedagang Pasar Imogiri, kali ini giliran Pasar Piyungan disasar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan Bantul. Peneraan ulang di Pasar Piyungan dijadwalkan digelar selama dua hari, mulai Kamis (12/9/2019) hingga Jumat (13/9/2019).
Penera Ahli Muda UPT Metrologi Bantul, Kunta Wibawa, menyampaikan peneraan ulang tersebut merupakan kegiatan rutin yang tujuannya untuk melindungi para pedagang dan konsumen dari kecurangan-kecurangan alat ukur yang kerap terjadi.
“Yang ditera ulang adalah alat ukur, takar, timbang sama perlengkapannya atau biasa disingkat UTTP. Kegiatan ini adalah untuk melindungi hak konsumen dan juga penjual, kalau timbangannya berbede kan bakal ada yang dirugikan,” katanya ketika ditemui Harian Jogja di Pasar Piyungan, Kamis.
Jika dalam dua hari tersebut ada pedagang yang belum sempat menera ulang UTTP-nya, para pedagang tersebut bisa melakukan tera ulang di Kantor Dinas UPT Metrologi Bantul yang beralamat di Jalan Wahidin Sudiro Husudo No.70, Karangbayam, Desa Bantul, Kecamatan Bantul.
Saat menera ulang di Pasar Piyungan, UPT Metrologi dibantu oleh tim reparatir yang tugasnya memberbaiki UTTP para pedagang yang memang perlu diperbaiki. “Tugas mereka memperbaiki UTTP pedagang yang tidak sesuai standar. Adapun biaya yang dikeluarkan pedagang dalam kegiatan ini, ada dua, yang pertama biaya untuk retribusi lalu yang kedua biaya untuk reparasi,” ujar dia.
Soal biaya, dia menjelaskan pedagang hanya perlu mengeluarkan uang Rp3.000 untuk biaya retribusi, sedangkan biaya reparasi kurang lebih sekitar Rp25.000. Akan tetapi jika UTTP milik pedagang tidak perlu direparasi maka pedagang hanya perlu membayar biaya retribusi.
“Tapi kebanyakan memang perlu direparasi, karena namanya alat yang dipakainya setiap hari pasti perlu reparasi, banyak yang faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti cara penggunaan dan juga cara penyimpanan,” ujar dia.
Lurah Pasar Piyungan, Suhadi, mengaku sangat bersyukur dengan ada kegiatan tera ulang ini, menurutnya tera ulang ini sangat bermanfaat bagi para pedagang dan juga untuk para pembeli. “Karena bagaimanapun, ketepatan alat ukur akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan pembeli,” kata Suhadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Mario Suryo Aji terjatuh di Q2 Moto2 Inggris 2026 dan harus start dari posisi ke-18 setelah sebelumnya tampil kompetitif di sesi practice.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Thailand juara Grup B Piala AFF 2026 dan Malaysia lolos semifinal. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke empat besar.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.