Guru di Ponorogo Kecelakaan, Motornya Malah Dibawa Kabur Pencuri
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Tim reparatir mereparasi anak timbang milik salah satu pedagang Pasar Piyungan, Kamis (12/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah menera ulang peranti ukur para pedagang Pasar Imogiri, kali ini giliran Pasar Piyungan disasar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan Bantul. Peneraan ulang di Pasar Piyungan dijadwalkan digelar selama dua hari, mulai Kamis (12/9/2019) hingga Jumat (13/9/2019).
Penera Ahli Muda UPT Metrologi Bantul, Kunta Wibawa, menyampaikan peneraan ulang tersebut merupakan kegiatan rutin yang tujuannya untuk melindungi para pedagang dan konsumen dari kecurangan-kecurangan alat ukur yang kerap terjadi.
“Yang ditera ulang adalah alat ukur, takar, timbang sama perlengkapannya atau biasa disingkat UTTP. Kegiatan ini adalah untuk melindungi hak konsumen dan juga penjual, kalau timbangannya berbede kan bakal ada yang dirugikan,” katanya ketika ditemui Harian Jogja di Pasar Piyungan, Kamis.
Jika dalam dua hari tersebut ada pedagang yang belum sempat menera ulang UTTP-nya, para pedagang tersebut bisa melakukan tera ulang di Kantor Dinas UPT Metrologi Bantul yang beralamat di Jalan Wahidin Sudiro Husudo No.70, Karangbayam, Desa Bantul, Kecamatan Bantul.
Saat menera ulang di Pasar Piyungan, UPT Metrologi dibantu oleh tim reparatir yang tugasnya memberbaiki UTTP para pedagang yang memang perlu diperbaiki. “Tugas mereka memperbaiki UTTP pedagang yang tidak sesuai standar. Adapun biaya yang dikeluarkan pedagang dalam kegiatan ini, ada dua, yang pertama biaya untuk retribusi lalu yang kedua biaya untuk reparasi,” ujar dia.
Soal biaya, dia menjelaskan pedagang hanya perlu mengeluarkan uang Rp3.000 untuk biaya retribusi, sedangkan biaya reparasi kurang lebih sekitar Rp25.000. Akan tetapi jika UTTP milik pedagang tidak perlu direparasi maka pedagang hanya perlu membayar biaya retribusi.
“Tapi kebanyakan memang perlu direparasi, karena namanya alat yang dipakainya setiap hari pasti perlu reparasi, banyak yang faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti cara penggunaan dan juga cara penyimpanan,” ujar dia.
Lurah Pasar Piyungan, Suhadi, mengaku sangat bersyukur dengan ada kegiatan tera ulang ini, menurutnya tera ulang ini sangat bermanfaat bagi para pedagang dan juga untuk para pembeli. “Karena bagaimanapun, ketepatan alat ukur akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan pembeli,” kata Suhadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Berita politik sepekan mencakup rapat Prabowo soal karhutla, strategi fiskal menjaga harga BBM, sidang kabinet, KDM, dan insentif daerah 2027.
Film Peluru Senja: The Ghost and The Gun diproduksi di Bali dengan 14 set yang menggambarkan Malaysia pada 1948.
MALIQ & D’Essentials merilis Arah Labuh sebagai pembuka album kesepuluh yang dijadwalkan meluncur November 2026, dengan sejumlah kolaborasi baru.
Dino Patti Djalal mendesak OJK membenahi saham gorengan saat sorotan MSCI terhadap pasar modal Indonesia turut diikuti aliran modal asing keluar.
Topan Champi menerjang Taiwan pada 23 Oktober 2026, menyebabkan hampir 150 ribu rumah terdampak listrik, korban jiwa, dan ratusan penerbangan batal.