Gunungkidul Revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, Pemakaian Rokok Elektrik Bakal Diatur
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.
Siswa membawa sajam ke sekolah/Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, prihatin dengan adanya siswa SMP di Kecamatan Ngawen yang mendatangi sekolah dengan membawa senjata tajam dan menjadi viral di media sosial. Dia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama sehingga kasus tidak terulang kembali. “Kedepankan edukasi sehingga anak bisa mendapatkan bimbingan yang benar,” kata Immawan kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).
Menurut dia, kejadian ini bisa diantisipasi dengan beberapa langkah. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada anak tentang bahaya gadget, baik dari sisi psikologi maupun kesehatan. “Larangan membawa gawai ke sekolah menjadi salah satu cara, tapi agar lebih efektif anak-anak harus diberikan pemahaman terkait dengan bahaya gadget,” katanya.
Immawan menjelaskan smartphone tidak hanya memiliki dampak positif karena keberadannya bisa mempermudah akses informasi dan komunikasi. Di sisi lain ponsel dapat menimbulkan dampak negatif bagi pemakainya. “Jika digunakan secara berlebihan tidak baik hasilnya,” katanya.
Dia mengungkapkan berdasarkan hasil dari penelitian disebutkan bahwa efek buruk dari smartphone tidak hanya berdampak terhadap kesehatan karena radiasi yang ditimbulkan dapat merusak fungsi mata. Sementara itu, dari sisi psikologis dapat menimbulkan efek kecanduan yang bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. “Dampak buruk dari gawai ini yang harus disosialisasikan sehingga anak-anak bisa paham dengan risiko penggunaan gawai secara berlebihan,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan kasus yang melibatkan seorang siswa SMP di Kecamatan Ngawen sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Adapun anak yang menjadi pelaku tetap diperbolehkan sekolah. “Ketika anak yang berbuat kurang benar maka kewajiban kita memperbaikinya,” kata Bahron.
Menurut dia, untuk mengantisipasi kejadian yang sama di sekolah-sekolah sudah memiliki program, mulai dari peningkatan pendidikan karakter hingga upaya memperluas budaya literasi bagi para siswa. “Ini hanya bagian kecil dinamika di sekolah sehingga saat ada kejadian langsung membuat program baru. Ya program yang ada terus dijalankan karena yang terpenting dengan kejadian itu ada hikmahnya agar para orang tua, masyarakat juga ikut peduli terhadap apa yang terjadi di lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.