Padat Karya Gunungkidul 2026 Serap 1.976 Pekerja, Tersebar di 65 Titik
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men
Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul memastikan seluruh jemaah haji asal gunungkidul sudah kembali ke rumah masing-masing. Rombongan terakhir yang berjumlah 30 orang tiba di Gunungkidul, Minggu (15/9/2019) malam.
Meski sudah pulang, Kemenag memastikan masih memantau kondisi kesehatan jemaah dengan melibatkan petugas medis di puskemas di setiap wilayah di Gunungkidul.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan jemaah haji yang berangkat tahun ini sebanyak 236 orang. Para jemaah telah menyelesaikan ibadah dan sekarang sudah pulang ke rumah masing-masing.
Menurut dia, di dalam penyelenggaran haji tahun ini terbagi dalam dua kloter. Rombongan pertama masuk kloter 22 SOC berjumlah 206 jemaah pulang ke Gunungkidul pada Minggu (25/8/2019), sedangkan rombongan kedua berjumlah 30 jemaah masuk kloter 96 SOC tiba di kampung halaman Minggu (15/9) malam. “Semua sudah pulang dengan selamat,” kata Yusuf kepada Harian Jogja, Senin (16/9/2019).
Dia menjelaskan pemantauan kesehatan dilakukan untuk memastikan jemaah tidak terserang penyakit. Yusuf menuturkan, untuk pemantauan Kemenag bekerjasama dengan puskesmas di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men
Citilink membuka lima rute dari Bandung ke Medan, Bali, Surabaya, Palembang, dan Balikpapan. Simak jadwal dan kisaran tiketnya.
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
RSUD Wonosari menggelar Forum Komunikasi Publik bertajuk Nyawiji Roso Nhupadi Waras Bareng, Selasa (18/8/2026), dengan tujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.