UNY dan UNNES Berebut Gelar Juara Campus League Futsal Jogja
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum segera mengajukan permohonan penetapan lokasi (penlok) jalur tol yang melewati wilayah Kulonprogo. Jalur tol di kabupaten ini kemungkinan akan melewati 16 desa.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengatakan Bina Marga saat ini terus melakukan finalisasi pengajuan izin penetapan lokasi (IPL) untuk tol yang melewati Kulonprogo. “Posisi sekarang adalah usulan penetapan lokasi dari Dirjen Bina Marga ke Gubernur DIY. Sebentar lagi usulan penlok diajukan,” katanya, Senin (16/9/2019).
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga sudah mengajukan permohonan IPL untuk trase atau sumbu jalan tol yang menghubungkan Solo-Jogja dan Jogja-Bawen. IPL untuk kedua trase tersebut sudah disampaikan pada pekan lalu. Saat ini IPL tersebut masih diproses oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY.
Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno mengatakan permohonan IPL yang diajukan oleh Dirjen Bina Marga hanya untuk ruas jalan tol yang menghubungkan antara Solo-Jogja-Bawen. Sementara untuk ruas jalan tol yang melewati Kulonprogo belum diajukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY Hananto Hadi Purnomo mengatakan finalisasi untuk jalur tol yang melewati Kulonprogo masuk tahap akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menginingkan ada tiga exit toll. Keinginan tersebut sudah dipenuhi.
“Kami sudah memfasilitasi rencana Pemkab Kulonprogo untuk memindahkan ibu kota menjadi Wates Baru, dengan exit toll. Jalur [di Kulonprogo] sudah hampir final,” katanya.
Selain itu, dua exit toll yang akan dibangun di Kulonprogo adalah di gerbang menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sentolo dan jalan menuju Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogtakarta International Airport (YIA).
“Jalan tol berada di sisi utara jalur rel kereta api, banyak yang elevated, menyambung ke pinggiran kawasan Menoreh menyambung ke jalur Cilacap,” katanya.

Trase tol yang melewati Kulonprogo akan melewati 16 desa, yakni Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Wates, Pengasih, Sendangsari, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto. Sebagian besar tol yang melewati Kulonprogo dibangun melayang (elevated) dan sebagian lainnya di tanah (at grade). Tol melayang akan berada di Desa Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Karangsari, Wates, dan Sendangsari. Sementara, tol at grade akan melewati Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Pengasih, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto.
Peta tersebut sudah beredar luas. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo Agus Langgeng Basuki enggan merespons pertanyaan terkait trase tol yang melewati Kulonprogo.
Tol yang akan melewi Kulonprogo adalah Tol Jogja-Cilacap yang menyambung dengan Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Sebanyak 11.129 peserta BPJS PBI Kulonprogo dinonaktifkan pada November 2026. Pemkab menyiapkan anggaran Rp19,8 miliar untuk jaminan kesehatan warga miskin.
Peserta KB aktif di Kota Jogja naik 9,54% hingga September 2026. Penggunaan MAL tumbuh 80,95% dibandingkan Desember 2025.
Puskesmas Girimulyo II Kulonprogo melayani hingga 150 pasien per hari saat imunisasi, tetapi masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan.
Donald Trump mengancam memveto inisiatif undang-undang Demokrat jika partai oposisi menguasai mayoritas Kongres AS.
Pemkab Kulonprogo menargetkan 1.554 kasus pertanahan tuntas pada 2029 demi kepastian hukum warga dan mendorong investasi.