20 Warga Terdampak YIA Diberi Pelatihan Basic Cargo

Peserta sedang ikuti pelatihan kebandarudaraan di Helpdesk Bandara YIA, Kecamatan Temon pada Senin (16/9/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
17 September 2019 10:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Angkasa Pura I menggelar pelatihan basic cargo dan dangerous goods pada 20 warga terdampak pembangunan bandara di lima desa di Kulonprogo. Warga diharapkan bisa meningkatkan pemahamannya dalam dunia kebandarudaraan agar bisa berperan dan bekerja di lingkungan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Bandara YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan dalam pelatihan tersebut pihaknya menggandeng PT Jasa Angkasa Service (JAS) untuk memberikan materi terkait basic cargo dan dangerous goods.

"Pesertanya ada 20 orang dari lima desa terdampak [Desa Glagah, Sindutan, Jangkaran, Palihan, dan Kebonrejo]. Setelah pelatihan, nanti diharapkan warga terdampak bisa bekerja di lingkungan kami [Angkasa Pura I]," kata Pandu pada Senin (16/9/2019).

Pelatihan dilakukan di Helpdesk Bandara YIA, Kecamatan Temon pada Senin (16/9/2019). Menurutnya, dengan pelatihan tersebut warga terdampak bandara bisa memahami seluk beluk bisnis kebandarudaraan mulai dari terminal sampai kargo. "Jadinya ketika rekrutmen nanti mereka [peserta] punya daya saing yang tinggi. Kami juga utamakan warga sekitar dulu," ujar Pandu.

Chief Corporate Affair And Business Development Office, PT JAS, Sigit Muhartono mengatakan, pelatihan kebandarudaraan dalam proyek Angkasa Pura I itu sudah digelar kedua kalinya. Sebelumnya, pelatihan juga digelar dalam kelas basic towing tractor.

Menurutnya, bidang kargo di dunia kebandarudaraan perlu penanganan khusus. "Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan konsumen dalam pengiriman barang maka warga terdampak bandara kami latih agar bisa bekerja profesional sehingga penanganan cargo di YIA bisa cepat," jelas Sigit.

Ia menuturkan, di Bandara YIA, saat ini meskipun kapasitas kargo per harinya baru bisa menampung 500 ton, namun diperkirakan kenaikan kapasitas akan terjadi seiring operasional penuh Bandara YIA ke depan.

Salah satu peserta dari Desa Palihan, Kecamatan Temon, Yosi Wahyu mengaku mendapat informasi terkait kesempatan pelatihan dari broadcast. Ia mengaku antusias dengan pelatihan tersebut dan berharap bisa bermanfaat baginya kelak.

"Dapat informasi dari broadcast. Syaratnya kemarin KTP warga terdampak sama KK. Langsung saja daftar," ujar Yosi pada Senin.