Advertisement
Cita-Cita Punya Wates Baru Kini Terganjal Anggaran

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menegaskan peta trase tol di Kabupaten Kulonprogo beserta lokasi Wates Baru yang beredar luas di khalayak umum beberapa hari belakangan bukanlah konsep final, terutama soal pengembangan Wates Baru. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, masih melakukan pembahasan terkait konsep tersebut dan belum memunculkan keputusan akhir.
"Saya belum dapat keputusan itu. Kalau pembahasan memang sudah ada. Tapi finalnya belum. Yang saya ketahui hingga saat ini belum final, terakhir itu masih dilakukan pembahasan. Termasuk Wates Baru masih penggodokan," kata Sutedjo, Selasa (17/9/2019).
Advertisement
Dalam peta tersebut, sebanyak 16 desa akan dilewati trase tol, yaitu Desa Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Wates, Pengasih, Sendangsari, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto.
Sebagian besar tol yang melewati Kulonprogo dibangun melayang (elevated) dan sebagian lainnya di tanah (at grade). Tol melayang akan berada di Desa Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Karangsari, Wates, dan Sendangsari. Sementara, tol at grade akan melewati Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Pengasih, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto.
Sementara untuk lokasi Wates Baru dan pengembangannya berdasarkan peta itu, berada di wilayah Kecamatan Pengasih dan sebagian Kecamatan Sentolo. Untuk desanya yaitu Desa Pengasih dan Margosari (Kecamatan Pengasih) dan Desa Kaliagung (Kecamatan Sentolo)
Sutedjo mengatakan untuk membuat Wates Baru tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada kajian yang cermat. Selain itu, diperlukan juga anggaran yang mencukupi. Sementara saat ini anggaran yang ada kata Sutedjo belum mencukupi.
Masalah anggaran juga membikin Pemkab Kulonprogo hingga saat ini belum menyediakan bank tanah di calon Wates baru yang kemungkinan bakal ada di Kecamatan Pengasih. "Ide tentang bank tanah itu sudah lama. Tapi kapasitas keuangan kami belum mampu Intinya kalau pemikiran ke arah situ [bank tanah] sudah ada sejak dulu, soal kebutuhan berapa anggaran saya juga belum tau karena masih pembahasan ya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Alasan KAI Gunakan Kuota BBM Subsidi saat arus Mudik Lebaran 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
- H+3 Lebaran 2025, Pantai Parangtritis Dikunjungi 14.000 Wisatawan
Advertisement
Advertisement