Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang melintasi jalur utama Jalan Wates-Purworejo di depan Terminal Wates, Selasa (4/6/2019).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO- Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menegaskan peta trase tol di Kabupaten Kulonprogo beserta lokasi Wates Baru yang beredar luas di khalayak umum beberapa hari belakangan bukanlah konsep final, terutama soal pengembangan Wates Baru. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, masih melakukan pembahasan terkait konsep tersebut dan belum memunculkan keputusan akhir.
"Saya belum dapat keputusan itu. Kalau pembahasan memang sudah ada. Tapi finalnya belum. Yang saya ketahui hingga saat ini belum final, terakhir itu masih dilakukan pembahasan. Termasuk Wates Baru masih penggodokan," kata Sutedjo, Selasa (17/9/2019).
Dalam peta tersebut, sebanyak 16 desa akan dilewati trase tol, yaitu Desa Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Wates, Pengasih, Sendangsari, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto.
Sebagian besar tol yang melewati Kulonprogo dibangun melayang (elevated) dan sebagian lainnya di tanah (at grade). Tol melayang akan berada di Desa Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Karangsari, Wates, dan Sendangsari. Sementara, tol at grade akan melewati Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Pengasih, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto.
Sementara untuk lokasi Wates Baru dan pengembangannya berdasarkan peta itu, berada di wilayah Kecamatan Pengasih dan sebagian Kecamatan Sentolo. Untuk desanya yaitu Desa Pengasih dan Margosari (Kecamatan Pengasih) dan Desa Kaliagung (Kecamatan Sentolo)
Sutedjo mengatakan untuk membuat Wates Baru tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada kajian yang cermat. Selain itu, diperlukan juga anggaran yang mencukupi. Sementara saat ini anggaran yang ada kata Sutedjo belum mencukupi.
Masalah anggaran juga membikin Pemkab Kulonprogo hingga saat ini belum menyediakan bank tanah di calon Wates baru yang kemungkinan bakal ada di Kecamatan Pengasih. "Ide tentang bank tanah itu sudah lama. Tapi kapasitas keuangan kami belum mampu Intinya kalau pemikiran ke arah situ [bank tanah] sudah ada sejak dulu, soal kebutuhan berapa anggaran saya juga belum tau karena masih pembahasan ya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.