3 Kali Gagal Lelang, Proyek Padat Karya Rp19,3 M di Bantul Terancam Batal

Ilustrasi proyek pemerintah - JIBI
18 September 2019 20:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Program padat karya di Bantul senilai Rp19,3 miliar terancam tidak dapat direalisasikan tahun ini. Pasalnya program milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tersebut sudah tiga kali gagal lelang dan Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) selaku lembaga pengelola lelang resmi mengembalikan dokumen lelang ke Disnakertrans.

“Sudah kami kembalikan [dokumen lelang] ke OPD [Disnakertrnas], selanjutnya tergantung OPD,” kata Kepala Bagian LPBJ Sekretariat Daerah Bantul, Budi Sardjono, saat ditemui di Parasamya, Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (18/9/2019).

Budi mengatakan lelang pengadaan material untuk program padat karya tersebut gagal karena tidak ada perusahaan penyedia yang bisa memenuhi beberaa persyaratan teknis. Ia tidak menyebutkan satu per satu syarat yang tidak bisa terpenuhi, namun salah satunya menyediakan 20 truk pengangkut material.

Menurut dia, tidak ada kesulitan dalam proses lelang pengadaan material program padat karya karena lelang tersebut sama dengan pengadaan material program lainnya. Ia pun tidak ingin membeberkan karena semua proses lelang terbuka dan dapat diketahui publik. Ia menduga peserta lelang tidak teliti dalam memasukan dokumen lelang sehingga tidak terpenuhi persyaratannya.

Disinggung soal mungkin dan tidaknya lelang pengadaan material program padat karya tersebut diulang lagi? Mantan Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bantul ini tidak menjawabnya dengan tegas, “Kalau sudah selesai, tidak terlaksana ya kami kembalikan lagi ke OPD,” ujar Budi.

Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistyanto mengaku masih mengevaluasi kegagalan lelang pengadaan material program padat karya. Pihaknya baru kemarin menerima pengembalian dokumen pengajuan lelang dari LPJB dan baru mengetahui adanya kegagalan lelang tiga kali. Ia perlu mengevaluasinya.

Menurut dia, evaluasi kemungkinan cukup lama karena terkait kajian sejumlah perusahaan penyedia material bangunan yang tidak memenuhi kualifikasi dalam lelang. Padahal program padat karya setiap tahun ada dan tahun-tahun sebelumnya tidak ada persoalan. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah akan mengajukan kembali dokumen lelang program tersebut di sisia waktu anggaran yang tinggal sekitar tiga bulan, “Nunggu evaluasinya dulu baru nanti kami bisa menentukan langkah,” ungkap Sulistyanto.

Program padat karya untuk cor blok, pembangunan talut, bronjong, dan saluran irigasi tersebut merupakan usulan langsung kelompok masyarakat melalui proposal, beberapa di antaranya merupakan pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. Program tersebut senilai Rp19,3 miliar yang dibagi dalam tiga paket lelang, salah satunya lelang pengadaan material bangunannya senilai Rp10,3 miliar. Lainnya untuk konsumsi dan upah tenaga pekerja.