Tabrakan Beruntun Depan Terminal Dhaksinarga, Satu Tewas
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Ilustrasi BPNT./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, meminta Pemkab memantau penyaluran beras Bulog dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pemantauan dan pengawasan dibutuhkan agar beras yang disalurkan benar-benar berkualitas dan layak konsumsi.
“Dulu pernah ada koordinasi dengan Dinas Sosial dan saya langsung ingatkan agar kualitas beras yang disalurkan benar-benar dijaga. Jangan sampai beras tidak layak tetap disalurkan,” kata Heri, Jumat (20/9/2019).
Menurut dia untuk memastikan beras yang disalurkan layak konsumsi, salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pengawasan. “Saya khawatir ada stok lama yang tetap disalurkan. Jadi ini harus diantisipasi,” katanya.
Heri menuturkan di Gunungkidul sudah banyak pengalaman buruk terkait dengan penyaluran beras dari Bulog. Hal ini terlihat dalam proses penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) yang kemudian berganti nama menjadi beras sejahtera (rastra). “Dulu sempat ada kasus beras berkutu tetap disalurkan. Jangan sampai kejadian ini terulang dan kalau terjadi lagi, maka saya siap berteriak pertama kali,” katanya.
Dia berharap Dinsos Gunungkidul benar-benar memantau sehingga proses penyaluran BPNT dapat berjalan dengan baik. “Sebelumnya saat ada temuan beras bermasalah langsung diganti. Ini bagus, tapi yang terpenting adalah komitmen dari Bulog untuk menjaga kualitas beras yang disalurkan sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti, mengatakan di Gunungkidul tercatat ada 88.267 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT. Setiap bulan warga menerima uang Rp110.000. Uang ini dapat digunakan untuk membeli beras dan telur di warung-warung yang ditunjuk.
Menurut dia di dalam penyaluran komoditas beras akan bekerja sama dengan Bulog. Guna memastikan beras yang disalurkan benar-benar berkualitas, Dinsos menyiapkan petugas penerima aduan. “Kalau ada beras yang tidak berkualitas, maka kami meminta Bulog untuk mengganti dengan beras yang layak konsumsi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.