Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi orang tua membacakan buku dongeng kepada anak-anak usia dini./Ist-Hmpaudi DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lebih dari separuh pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Gunungkidul belum memenuhi syarat lantaran belum mengantongi sertifikat mengajar. Dari total 1.134 guru, baru 469 guru memperoleh sertifikasi. Sisanya, sebanyak 665 guru belum bersertifikat.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, menjelaskan sertifikasi bagi guru PAUD tergantung dari statusnya. Ia menyebut jika seorang guru PAUD berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maka sertifikasi harus melalui proses pendidikan profesi guru (PPG). "Proses seleksinya secara online, jika sudah lolos wajib mengikuti PPG," kata dia kepada Harian Jogja, Jumat (20/9/2019).
Menurut Bahron kualitas guru PAUD yang sudah tersertifikasi diharapkan terus meningkat. "Dengan sertifikasi, pelayanan kepada anak didik diharapkan terus meningkat. Untuk guru yang belum mengikuti sertifikasi kami mengimbau segera mendaftar," katanya.
Disdikpora mengimbau para guru yang belum bersertifikasi lebih aktif dengan melihat pengumuman sertifikasi secara online dan melihat persyaratan yang dibutuhkan. Selain itu, Disdikpora menyiapkan perangkat uji kompetensi guru. "Guru bisa belajar mengenai peta penugasan pada kompetensi pedagogik serta kompetensi profesional," katanya.
Kepala Seksi PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikpora Gunungkidul, Heru Pranowo, mengatakan syarat guru PAUD untuk ikut sertifikasi yaitu guru PAUD formal, berpendidikan S1 dengan jurusan yang linear dan sudah mengikuti PPG. "Dulu sertifikasi hanya pemberkasan, portofolio, serta pendidikan dan latihan profesi guru selama 10 hari," katanya.
Ia menyatakan proses PPG saat ini membutuhkan waktu sekitar empat bulan dan harus seizin kepala sekolah. Sejauh ini sudah ada guru PAUD yang mengikuti PPG namun masih menunggu pengumuman. "Tinggal menunggu penerbitan sertifikat," katanya.
Berdasarkan data Disdikpora Gunungkidul, jumlah PAUD TK di Gunungkidul tercatat sebanyak 574 unit. Untuk PAUD nonformal meliputi kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan Satuan PAUD Sejenis ada 623 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.