Indonesian Scooter Festival Diharapkan Mendongkrak Sendi Pariwisata DIY

Indonesian Scooter Festival (ISF) 2019 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (21/9/2019) hingga Minggu (22/9/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 September 2019 18:47 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTULIndonesian Scooter Festival (ISF) 2019 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu (21/9/2019) hingga Minggu (22/9/2019) dan dihadiri ribuan orang diharapkan mampu mendongkrak sendi-sendi pariwisata di DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja, mengatakan tercatat ada 10 klub scooter dari Malaysia, satu klub scooter dari Amerika dan dua klub scooter dari Italia yang bergabung dalam ISF 2019. Dari Indonesia, ada lebih dari 300 klub yang mengikuti perhelatan ini.

"Ini artinya Jogja telah menjadi tempat berkumpul komunitas otomotif. Semoga acara ini terus berlanjut setiap tahunnya, sehingga Jogja dapat menjadi The Most Populer Destination, City of Festival," kata Singgih dalam sambutannya di ISF 2019, Sabtu.

Singgih mengatakan dengan prediksi jumlah pengunjung yang datang ke ISF 2019, meskipun lingkup lokasi acara ini tergolong kecil tetap menimbulkan dampak ekonomi yang luar biasa, mulai dari okupansi hotel, industri makanan dan minuman dan sentra oleh-oleh akan merasakan efek dari membanjirnya gelaran festival di DIY.

Project Director ISF 2019, Kevin Pradana Tedy, mengatakan pengunjung per hari festival ini diprediksi mencapai 20.000 orang. Oleh karena itu, panitia berharap acara ini dapat menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, ISF diharapkan mampu membuat Indonesia lebih dikenal sebahai negara penyelenggara festival otomotif. "Tahun ini kami optimistis mampu mendatangkan lebih banyak lagi skuteris dari Indonesia dan mancanegara," kata Kevin.