Mayoritas Guru PAUD di Gunungkidul Belum Punya Jaminan Kesehatan

Ilustrasi BPJS Kesehatan. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
26 September 2019 21:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non-PNS belum punya jaminan kesehatan seperti BPJS. Upah yang rendah menjadi salah satu penyebabnya.

Berdasar data Disdikpora Gunungkidul, ada 1.134 guru PAUD yang bekerja di seluruh wilayah Gunungkidul dengan honor Rp150.000 sampai Rp200.000 per bulan.

Kasi PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikpora Gunungkidul, Heru Pranowo, menyatakan jajarannya pernah menggandeng BPJS Kesehatan pada Maret 2019. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dan jajarannya tidak bisa memaksa guru PAUD menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. "Sifatnya kami hanya memfasiliasi, selebihnya kembali ke masing-masing guru mau ikut atau tidak," ucapnya, Kamis (26/9/2019). Menurut Heru saat ini hanya guru PAUD berstatus PNS yang memiliki asuransi kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Gunungkidul, Syarifatun Karuniaekawati, mengatakan jajarannya menggelar sosialisasi keikutsertaan guru PAUD sejak 2015. Selama empat tahun, baru 20 PAUD yang terdaftar di BPJS Kesehatan. “Baru guru PAUD di Muhammadiyah yang sudah punya BPJS Kesehatan," kata dia.