Aksi #GejayanMemanggil Jilid II Berakhir Tertib, Massa Bubar Sebelum Gelap

Aksi mahasiswa di Jalan Solo, Kota Jogja, Senin (30/9/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
30 September 2019 19:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aksi #GejayanMemanggil Jilid 2 yang digelar pada hari Senin (30/9/2019) di pertigaan Gejayan Desa Caturtunggal, Depok, Sleman berakhir dengan damai.

Aksi berakhir lebih cepat karena memang para peserta aksi sudah memulai demonstrasi sejak siang. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, aksi sudah berangsur turun sejak pukul 17.30 WIB. Para demonstran dengan perlahan meninggalkan kawasan pertigaan Gejayan-Colombo untuk kembali ke kampus mereka masing-masing.

"Kami ingin mengumpulkan energi untuk terus mengawal isu-isu selanjutnya, melawan tidak hanya untuk turun ke jalan, kita juga mempersiapkan kajian di perpustakaan dan menulis dan menyebarkan," kata Humas Aliansi Rakyat Bergerak Nailendra yang ikut aksi tersebut.

Adapun, dari pelajar SMA yang mengikuti aksi demonstrasi, Muhammad Ramadan, 18, mengatakan jika ia mengikuti aksi demonstrasi karena memang cemas terhadap undang-undang soal pemilik bakal kena denda jika unggas peliharaannya masuk ke tanah tetangga yang terdapat dalam Rancangan UU KUHP Pasal 278 terkait Gangguan terhadap Tanah, Benih, Tanaman dan Pekarangan. "Saya prihatin karena memang di rumah saya ada banyak ayam," ujarnya.

Dalam melakukan aksinya, Ramadan juga mendapatkan restu dari orang tuanya. "Ini juga sudah pulang sekolah, sudah dapat izin dari orang tua," ujar siswa yang bersekolah di salah satu SMA negeri di Sleman ini.