Jualan di Lokasi Demonstrasi Gejayan, Pedagang Makanan Untung Besar

Pedagang makanan di lokasi demonstrasi GejayanMemanggil Jilid II. - Harian Jogja/Budi Cahyana
30 September 2019 17:37 WIB Budi Cahyana Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN -- Pedagang keliling menangguk untung besar dalam unjuk rasa #GejayanMemanggil yang digelar kali kedua di Pertigaan Colombo, Sleman, Senin (30/9/2019).

Dagangan mereka, seperti bakwan kawi, siomay, bakpao, dawet, dan air mineral, laris manis. "Saya biasa mangkal di Jalan Wonosari, dekat dengan kos-kosan yang saya tempati, tapi karena ada demo di sini, saya geser ke sini. Alhamdulillah dagangan saya habis," ujar Muryono, pedagang bakwan kawi asal Wonosari, Gunungkidul.

Pada hari biasa Muryono membuat tiga kilogram bakwan kawi dan jualannya habis sekitar Magrib. Namun, hari ini dia membuat lebih banyak, sampai lima kilogram bakwan kawi dan menjualnya sampai habis kurang dari empat jam.

"Sebelum Zuhur jualan di UIN karena ada info demonya dimulai dari UIN. Setelah Zuhur langsung ke sini dan sekarang sudah habis."

Muryono, yang sudah menjadi pedagang keliling sejak 1991, tak sendirian meraup untung. Teman-temannya sesama penjual bakwan kawi juga merasakan dampak serupa: dagangan mereka ludes dibeli pengunjuk rasa.

Ahmad, bakul bakpao yang biasa berjualan di Kotabaru, pun merasakan keuntungan besar. Di hari biasa, dia rata-rata menjual 30 bakpao. Namun, hari ini, 60 buah bakpaonya ludes sejak dijajakan selepas Zuhur hingga selepas Asar.

#GejayanMemanggil dikemas tak ubahnya karnaval. Pengunjuk rasa yang berasal dari berbagai kampus dan elemen masyarakat memadati Jalan Affandi (Gejayan) dalam kelompok-kelompok yang menyuarakan tuntutan serupa. Tak hanya berorasi, mereka juga menyanyi dan mementaskan teater singkat di jalanan.

Koordinator Humas #GejayanMemanggil Nailendra mengatakan unjuk rasa ini menyuarakan sembilan tuntutan. Demonstrasi dibuat agar menggembirakan, aman, dan murni menyuarakan tuntutan publik.