Advertisement
Jualan di Lokasi Demonstrasi Gejayan, Pedagang Makanan Untung Besar
Pedagang makanan di lokasi demonstrasi GejayanMemanggil Jilid II. - Harian Jogja/Budi Cahyana
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pedagang keliling menangguk untung besar dalam unjuk rasa #GejayanMemanggil yang digelar kali kedua di Pertigaan Colombo, Sleman, Senin (30/9/2019).
Dagangan mereka, seperti bakwan kawi, siomay, bakpao, dawet, dan air mineral, laris manis. "Saya biasa mangkal di Jalan Wonosari, dekat dengan kos-kosan yang saya tempati, tapi karena ada demo di sini, saya geser ke sini. Alhamdulillah dagangan saya habis," ujar Muryono, pedagang bakwan kawi asal Wonosari, Gunungkidul.
Advertisement
Pada hari biasa Muryono membuat tiga kilogram bakwan kawi dan jualannya habis sekitar Magrib. Namun, hari ini dia membuat lebih banyak, sampai lima kilogram bakwan kawi dan menjualnya sampai habis kurang dari empat jam.
"Sebelum Zuhur jualan di UIN karena ada info demonya dimulai dari UIN. Setelah Zuhur langsung ke sini dan sekarang sudah habis."
BACA JUGA
Muryono, yang sudah menjadi pedagang keliling sejak 1991, tak sendirian meraup untung. Teman-temannya sesama penjual bakwan kawi juga merasakan dampak serupa: dagangan mereka ludes dibeli pengunjuk rasa.
Ahmad, bakul bakpao yang biasa berjualan di Kotabaru, pun merasakan keuntungan besar. Di hari biasa, dia rata-rata menjual 30 bakpao. Namun, hari ini, 60 buah bakpaonya ludes sejak dijajakan selepas Zuhur hingga selepas Asar.
#GejayanMemanggil dikemas tak ubahnya karnaval. Pengunjuk rasa yang berasal dari berbagai kampus dan elemen masyarakat memadati Jalan Affandi (Gejayan) dalam kelompok-kelompok yang menyuarakan tuntutan serupa. Tak hanya berorasi, mereka juga menyanyi dan mementaskan teater singkat di jalanan.
Koordinator Humas #GejayanMemanggil Nailendra mengatakan unjuk rasa ini menyuarakan sembilan tuntutan. Demonstrasi dibuat agar menggembirakan, aman, dan murni menyuarakan tuntutan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BBM Terancam Mahal, Prabowo Kaji Kebijakan WFH dan Pangkas Hari Kerja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Gusti Putri Dorong Solidaritas Perempuan DIY Lewat Agenda Mbok Mlayu
- Mudik Kulonprogo 2026: BPBD Ingatkan Jalur Longsor dan Cuaca Ekstrem
- Sleman Siapkan Rp30 Miliar Bangun Gedung Baru Perpustakaan Daerah
- Lurah Bohol Gunungkidul Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Korupsi APBKal
- Kebakaran Bank BPD DIY KCP Wirobrajan, Dana dan Data Nasabah Aman
Advertisement
Advertisement








