Sudah Terima Dana Pilkada, KPU Sleman Gerak Cepat

Ketua KPU Trapsi Haryadi (tengah) memaparkan persiapan dalam menghadapi Pilkada 2020 di Kantor KPU Sleman, Selasa (1/10/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
01 Oktober 2019 14:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman menggenjot sosialisasi soal Pilkada Sleman 2020 di setiap kecamatan. Sosialisasi itu dimaksudkan untuk mencapai angka partisipasi pemilih Sleman yang tak jauh beda dengan angka pada Pemilu 2019.

Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sleman Indah Sri Wulandari mengatakan meskipun secara tahapan, sosialisasi Pilkada 2020 baru digelar November mendatang, namun setelah mendapatkan kucuran dana dari Pemkab, lembaganya langsung bergerak. "Kami dahului dengan sosialisasi kepada tokoh masyarakat agama dan basis-basis masyarakat tiap kecamatan di Sleman," ujar Indah pada Selasa (1/10/2019).

Dia menjelaskan banyak program lainnya dari bentuk sosialisasi yang akan dijalankan oleh KPU Sleman, di antaranya melalui program KPU Go to School, Festival Pemilih Pemula, dan diskusi yang digelar di sekolah-sekolah. "Meskipun dari segi angka, pemilih pemula hanya sekitar 10 persen, tetapi itu bukan berarti diabaikan," ucap Indah.

Indah mengatakan sosialiaasi dilakukan untuk mendongkrak partisipasi pemilih yang tinggi di Sleman. Meski begitu KPU Sleman belum menargetkan secara pasti angka partisipasi pemilih di Pilkada 2020 nanti.

"Target partisipasi hanya sebatas arahan dari KPU Pusat. Diupayakan sama atau mendekati sama dengan capaian Pemilu 2019," ujar Ketua KPU Sleman, Trapsi Hariyadi, Selasa.

Pada Pemilu 2019, partisipasi pemilih di Sleman melebihi target. Dari target sebesar 81%, capaian partisipasi mencapai 86,65%. Dia berharap angka partisipasi Pilkada 2020 nantinya tidak jauh berbeda dari capaian Pemilu 2019.

Adapun saat Pilkada 2015 lalu, capaian tingkat partisipasi pemilih Sleman mencapai 73% dari target nasional yang mencapai 70%. Trapsi mengatakan untuk mendongkrak partisipasi masyarakat pihaknya sudah memetakan wilayah yang mempunyai kerawanan rendah partisipasi pemilih.

Dari hasil Pemilu 2019 lalu, yang jadi catatan adalah rendahnya partisipasi rendah di Kecamatan Depok. Menurut dia, partisipasi pemilih di area perdesaan justru lebih tinggi ketimbang di perkotaan. "Memang belum ada kajian khusus dari KPU. Namun secara akademis ada, semakin ke kota partisipasi tidak akan sebesar seperti di pedesaan," ujar Trapsi.

Contohnya saat Pemilu 2019 lalu, tingkat partisipasi pemilih Kecamatan Cangkringan sebesar 90%, sementara Kecamatan Depok hanya sebesar 75%.

Setelah mendapatkan kucuran dana pilkada Pemkab, ada tiga target KPU Sleman di pelaksanaan Pilkada yang rencananya digelar 23 September 2020 nanti. “Pertama, kami akan mengefisiensikan pengadaan logistik; kedua, partisipasi pemilih; dan ketiga meminimalkan sengketa.