Komisi C DPRD Bantul Jadi Incaran 2 Parpol Besar

Ilustrasi DPRD
06 Oktober 2019 21:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Komisi C DPRD Bantul yang membidangi program infrastruktur menjadi komisi yang diminati Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tak tanggung-tanggung, ada dua legislator sekaligus yang disiapkan oleh kedua partai itu.

Wakil Ketua DPD Golkar Heru Sudibyo mengatakan pergantian tugas antarkomisi merupakan hal biasa di partai. Dia mengatakan semua kader Golkar harus siap ditempatkan di manapun.

Namun dari empat komisi, Golkar menempatkan dua kadernya di Komisi C. Heru mengatakan alasan komisi tersebut dua kader karena ingin memperkuat pada sarana dan prasarana pembangunan untuk kepentingan masyarakat. “Kami ingin perkuat sarprasnya,” kata Heru, Minggu (6/10/2019).

Dia menjelaskan dua wakil Golkar di DPRD Bantul yang disiapkan untuk mengisi Komisi C adalah dua muka lama di Dewan, yakni Arni Tyas Palupi dan Suryono. Sementara di komisi lainnya, Partai Golkar hanya menyiapkan satu orang. Komisi A disiapkan nama Teguh Santosa, Heru Sudibyo di Komisi B, Muhammad Paidi di Komisi D.

Selain Golkar, pergerakan partai lainnya juga tak kalah cepatnya. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, telah mendelegasikan Agus Salim di Komisi A, Mahmudin di Komisi B, Suradal dan Johan Munandar di Komisi C, serta Yasmuri di Komisi D.

Begitu pula dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang ancang-ancang menempatkan Surotun di Komisi A, Wildan Nafis di Komisi B, Sadji di Komisi C, dan Ichwan Thamrin Murdiyanta di Komisi D. Komposisi ini berubah dari periode sebelumnya di mana Surotun di Komisi D dan Wildan Nafis di Komisi C. “Penggantian tugas di komisi merupakan hal biasa dari dulu tidak ada faktor apa-apa,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bantul Bidang Pemberdayaan Perempuan, Surotun.

Paling Diminati

Sebelumnya, Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawwawi mengatakan dalam pengisian alkap selama ini perebutannya tidak lepas di dua komisi yakni Komisi C dan Komisi D. Kedua komisi itu menjadi incaran hampir semua fraksi, sementara komisi A biasanya yang paling tidak diminati. “Komisi C paling banyak diincar dan komisi A biasanya ‘buangan’, paling sedikit peminatnya,” kata Subhan beberapa waktu lalu.

Meski begitu dia menilai banyaknya muka baru di Dewan menjadikan dinamika politik menjadi lebih dinamis. “Apapun itu, semua komisi punya tanggung jawab yang sama, yakni mengawal program sesuai bidang mereka masing-masing,” ucap Wakil Ketua DPRD Bantul itu.