PLN Dukung Pembangunan Ekonomi di Kulonprogo

Kegiatan Multi Stakeholder Gathering di Gedung Kaca Kulonprogo pada Senin (7/10/2019). - Ist/PLN.
08 Oktober 2019 12:47 WIB Sunartono Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO –PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)  Yogyakarta  menyelenggarakan Multi Stakeholder Gathering di Gedung Kaca Kulonprogo pada Senin (7/10/2019). Kegiatan itu digelar dalam rangka mensinergikan informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan yang berintegritas,

Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan seluruh lapisan stakeholder PLN Kabupaten Kulonprogo, mulai dari Forkopimda, instansi terkait, mitra kerja dan pelanggan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum untuk saling bertukar informasi, pengetahuan serta inisiatif dari berbagai pihak terkait ketenagalistrikan dan komponen pendukungnya di Kabupaten Kulonprogo.

"PLN dapat menjalankan tugas berkat  mendapat dukungan dari stakeholder  Kabupaten Kulonprogo", ucap Manager UP3 Yogyakarta Eric Rossi Priyo Nugroho dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan, kondisi kelistrikan di Kabupaten Kulonprogo  sampai dengan saat ini normal, baik kecukupan daya, kemudahan untuk  menyambung, penanggulangan apabila terjadi gangguan, penyaluran sampai ke pelosok dan  pemukiman untuk sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

Gardu Induk (GI) Wates kondisi saat ini memiliki kecukupan daya sebesar  90 MW. Masih ada  50 - 60 MW yg bisa digunakan, setara dengan pembanguan 6 Bandara YIA.  Sekarang ini sedang dilaksanakan pembangunan GI Sentolo, dimana ke depan digunakan untuk menyiapkan Kawasan Industri yang saat ini masuk 2 MW

Ia mengatakan UP3 Yogyakarta setiap bulan memberikan kontribusi PAD kepada Pemda Kulon Progo, Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 1 miliar , dengan surplus Rp600 juta bisa ditambahkan  lagi untuk kegiatan kelistrikan yang lain.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum untuk saling bertukar informasi, pengetahuan serta inisiatif dari berbagai pihak terkait ketenagalistrikan dan komponen pendukungnya di Kabupaten Bantul.  “Kami harap masing-masing pihak dapat memberikan kontribusi positifnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu sinergi antar stakeholder guna mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten  Kulonprogo.” ujarnya.

Asisten Sekda II  Kabupaten Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono, mengapresiasi PLN yang telah menyelenggarakan MSF pertama kali  di Kulonprogo , sehingga menjadi entry point PLN untuk membangun komunikasi serta koordinasi dengan stakeholder. Selain itu dapat menampung saran, kritik dan umpan balik dari stake holder untuk perbaikan layanan kebutuhan.

“Forum ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif pemecahan terhadap isu strategis seperti Bandara Yogyakarta Internasional Airport, Kawasan Industri Sentolo, Bedah Menoreh, Kawasan Wates Baru, JMI, Rumah Sakit Berstandart Internasional  dan  Jogja Agro Technopark,” katanya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik oleh RSUD Wates . PLN  berusaha memberikan informasi dan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan dan masyarakat. Dalam kesempatan itu para peserta forum dapat menyampaikan umpan balik terhadap pelayanan PLN sehingga bisa menjaga kualitas layanan dan keandalan.

Saat ini pertumbuhan industri sedang berkembang di  DIY  khususnya Kabupaten Kulonprogo dan sekitarnya. Sinergi antara PLN, pemerintah sebagai regulator dan para investor/pengusaha dalam menggerakkan roda perekonomian diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik bagi pertumbuhan ekonomi.