Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Muslim United menggelar acara tablig akbar di Masjid Ghede Kauman Kota Jogja, Jumat (11/10/2019) siang. Harian Jogja/Tuti Wahyuni (M131)
Harianjogja.com,JOGJA- Meski ditolak oleh Kraton Jogja, acara Muslim United tetap digelar di Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja pada Jumat (11/10/2019).
Ayu, salah satu panitia acara Muslim United mengatakan tak masalah ada penolakan dari Kraton. "Ya namanya berdakwah, pasti ada saja hambatannya,” katanya saat ditemui Harianjogja.com, Jumat siang.
Menurut dia, semua pembicara kemungkinan bakal hadir di acara yang menyajikan dakwah dari berbagai tokoh agama Islam itu. "Insyaallah seluruh pemateri akan hadir,” kata dia.
Walau ditolak oleh Kraton, banyak jemaah yang hadir mengikuti acara tersebut. Salah satuny Della. “Mau belajar dan mendalami tentang Islam,” ungkap Della perihal alasannya datang ke acara Muslim United.
“Kalau urusan dilarang atau ditolak Kraton itu kan urusan panitia bukan kami. Kami kan di sini cuma mau manambah ilmu tentang agama," tuturnya.
Pantauan Harianjogja.com, acara mulai berlangsung pada pukul 10.30 WIB di dalam masjid dengan menghadirkan pembicara. Salah satunya Sherly Annavita Rahmi.
Sebelumnya Kraton Jogja menegaskan menolak acara itu digelar di Masjid Gedhe Kauman.
Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan berdasarkan dua surat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton terkait izin kegiatan Muslim United tersebut. "Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sampai sekarang masih berpegang pada dua surat Penghageng yang dikirim kepada panitia acara," katanya, Selasa (8/10/2019).
Ungkapan tersebut juga ditulis Hayu di akun Twitternya, @gkrhayu. Penegasan tersebut disampaikan Hayu untuk menepis isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait kegiatan Muslim United yang digelar pada 11, 12 dan 13 Oktober itu. Apalagi saat ini baliho dan tenda-tenda sudah didirikan oleh pihak panitia di sekitar Masjid Gedhe. Panitia tidak mengindahkan dua surat yang dikeluarkan oleh pihak Kraton.
"Tidak ada \'katanya boleh\', atau \'sudah rembugan dengan Kraton\'. Kagungan Dalem Masjid Gedhe adalah kagungan Kraton, bukan kagungan panitia," tegas Hayu.
Dia menyesalkan sikap panitia pelaksana Muslim United yang keukeh tetap menggelar kegiatan tersebut di Masjid Gedhe meskipun sudah tidak diizinkan oleh pihak Keraton. "Nggak tahu juga (alasan panitia apa?) bukannya trus cari venue baru (tapi tetap di Masjid Gedhe). Kalau kami sih jelas sudah ada dua surat itu, kalau cuma berbekal \'katanya\' ya susah," kata Hayu kepada Harianjogja.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Indonesia diproyeksikan mengalami 19.251 kematian tambahan akibat panas terkait super El Niño pada September 2026 hingga Februari 2027.
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.