Surat Pembatalan Belum Dikirim UGM, Takmir Masjid Tetap Terima Ustaz Abdul Somad

Ketua Takmir Masjid UGM, Mashuri Maschab. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
11 Oktober 2019 21:37 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Surat resmi pembatalan kuliah umum ustaz Abdul Somad (UAS) yang diminta pihak takmir masjid UGM tidak kunjung diterbitkan oleh pimpinan universitas hingga Jumat siang. Dengan demikian, pihak takmir tetap akan melanjutkan kuliah umum bersama ustaz Abdul Somad Sabtu (12/10/2019) ini di masjid UGM.

Pihak takmir masjid sejatinya enggan membatalkan acara tersebut. Itu sebabnya, takmir masjid meminta surat resmi pembatalan kedatangan UAS dari pimpinan universitas, untuk ditembuskan ke pihak takmir, sebagai bentuk tanggung jawab takmir kepada jemaah masjid UGM.

Ketua Takmir Masjid UGM, Mashuri Maschab, mengatakan sebagai tuan rumah akan menerima tamu yang sudah diundang. "Ini masjid siapa pun boleh datang ke sini," kata dia ditemui Harianjogja.com di masjid UGM.

Menurut Mashuri, takmir masjid sudah mengirim surat ke tim UAS yang menyebutkan tetap mengundang dan mengharapkan kehadirannya di masjid UGM. Kendati demikian, datang atau tidaknya UAS diserahkan sepenuhnya kepada timnya. "Sampai saat ini kami juga belum mendapat jawaban dari surat yang kami kirimkan," jelasnya.

Pihak takmir sudah menyiapkan penyambutan UAS. Antara lain menyiapkan pemasangan backdrop dan konsumsi peserta. Format kuliah umum yang akan diisi UAS menurutnya tidak menargetkan berapa jumlah peserta yang akan datang. Hal yang ia khawatirkan kata dia, masyarakat atau jemaah yang datang mengira acara tersebut adalah tablig akbar, padahal acara yang sebenarnya yakni kuliah umum.

Mashuri menambahkan sejak pertemuannya dengan pimpinan universitas beberapa waktu lalu ihwal penolakan kedatangan Abdul Somad, hingga kini pihaknya belum bertemu kembali dengan perwakilan dari kampus.

Rektor UGM, Profesor Panut Mulyono, saat coba dikonfirmasi tengah berada di luar negeri. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, juga belum bisa dimintai konfirmasi ihwal ada tidaknya surat resmi pembatalan acara kuliah umum UAS dari otoritas kampus.