Penggemar Burung Jangan Lewatkan, Besok Lomba Burung Berkicau Piala Walikota Jogja Digelar

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi (dua dari kanan) melepas burung dalam pembukaan Lomba Burung Berkicau Walikota Cup IV, Minggu (14/10/2018). - Harian Jogja/Sunartono
12 Oktober 2019 09:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dalam rangkaian peringatan HUT 263 Kota Jogja, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggelar Lomba Burung Berkicau Piala Walikota ke V, yang akan berlangsung pada Minggu (13/10/2019) di halaman parkir air mancur kompleks Balaikota Jogja.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sugeng Darmanto, menjelaskan gelaran lomba ini merupakan siklus lima tahunan. Tahun ini, skala lomba lebih besar dari biasanya. "Akan ada dua lapangan, jadi pesertanya juga lebih banyak," katanya kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

Ia menarget peserta lomba ini bisa mencapai 3.000 peserta. Sampai saat ini, ia mengungkapkan jumlah pendaftar sudah mencapai sekitar 80%. Para peserta ini berasal dari berbagai daerah, dengan yang paling jauh dari Bali dan Tangerang.

Lomba Burung Kicau menurutnya menjadi wadah penyaluran hasil budidaya burung kicau di Jogja. Dengan mendapat sertifikat, nilai jual burung meningkat sehingga membuat para kicau mania semangat untuk membudidayakannya, yang secara tidak langsung juga berdampak pada terjaganya populasi burung kicau di Kota Jogja.

Ketua Pelestari Burung Indonesia (PBI) Kota Jogja, Esnawan, mengatakan dalam kegiatan ini akan dilombakan sebanyak 13 jenis burung yang dibagi ke dalam empat kelas, yakni Walikota, Malioboro, Tugu dan Tamansari.

Adapun jenis burung yang dilombakan diantaranya Cucak Hijau, Murai Batu, Kenari STD, Kacer, Cendet, Love Bird, Anis Merah, Hwamey, Kenari Isian, Branjangan, Tledekan dan lainnya. Harga tiket dibagi pada setiap kelas, Walikota Rp500.000, Malioboro Rp200.000, Tugu Rp100.000 dan Tamansari Rp50.000.

Ia mengungkapkan perkembangan burung berkicau saat ini sangat pesat khususnya di Kota Jogja. Budidaya burung berkicau tidak perlu lahan luas, melainkan bisa di halaman rumah. "Burung berkicau bisa dijadikan peluang usaha bagi semua kalangan. Pemeliharaan mudah, pakan tidak banyak dan bernilai ekonomi tinggi," ujarnya.

Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) juga menjadi wadah penyalur hasil budidaya burung kicau. Produk budidaya Jogja di sana kebanyakan love bird, kenari dan murai. Sedangkan jenis lain biasanya didatangkan dari daerah luar.