Ribuan Jip Padati Lereng Merapi

Jip berkumpul dalam acara Kenduri Raya 1000 Jeep Rayap Merapi di kawasan Bungker Kaliadem, Sleman, Senin (14/10/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
15 Oktober 2019 21:12 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Lereng Gunung Merapi, tepatnya di sekitar Lapangan Boyong, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman dijejali oleh ribuan jip, Senin (14/10/2019). Para pengendara jip tersebut sengaja berdatangan lantaran diundang dalam perayaan HUT ke-4 Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM).

Ketua panitia acara yang bertajuk Kenduri Raya 1000 Jeep Rayap Merapi Bejo Mulyo mengatakan peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gathering jip yang mencapai lebih dari 1.000 unit. Dalam perayaan tersebut, AJWLM sengaja mengundang setidaknya 29 komunitas jip dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, hingga Sumatera Selatan.

Selain itu, dalam Kenduri Raya 1000 Jeep Rayap Merapi digelar pula pawai merayapi lereng Merapi bersama masyarakat umum. “Dalam acara ini, warga diajak keliling lereng Merapi dengan mengendarai jip gratis menuju bunker Kali Adem. Di tempat yang jadi ikon lava tour Merapi itulah acara kenduri digelar,” kata dia, Senin.

Tak hanya berpesta dan membagi-bagikan doorprize, dalam Kenduri Raya 1000 Jeep Rayap Merapi, panitia juga mengajak seluruh undangan untuk ikut dalam aksi bersih-bersih bunker Kali Adem. “Dengan begitu harapannya, Kali Adem tetap bersih. Bagaimanapun, kalau bersih, wisatawan nantinya juga akan semakin banyak yang datang,” ucap Bejo.

Selain itu, imbuh Bejo, dalam acara tersebut, AJWLM juga mengampanyekan tentang zero incident kepada seluruh pengelola jip wisata. Mereka diharapkan dapat memenuhi SOP keselamatan jip wisata.

"Saat ini jip lava tour Merapi telah didampingi dan dibimbing oleh instruktur dari International Off Road Federation [IOF] untuk mengaplikasikan standar keselamatan. Seperti misalnya penggunaan helm, safety belt, roll bar, serta klasifikasi jip yang sudah ditentukan oleh IOF," ujar dia.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, setiap driver jip wisata yang turut dalam acara tersebut juga sudah memakai helm. Tidak hanya driver, penumpang juga sudah memakai helm demi aspek keselamatan. "Mereka juga diimbau tidak memuat penumpang yang berlebihan, tentunya ini didampingi oleh IOF yang melakukan pengecekan secara berkala," kata Bejo.

Kepala Bidang Pengembangan, Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata DIY, Aria Nugrahadi, mengatakan Kenduri Raya 1000 Jeep Rayap Merapi digelar sebagai ajang silaturahmi para pelaku jip wisata. Lebih dari itu, acara tersebut juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke DIY.

Menurut dia jip wisata lava tour Merapi menjadi atraksi wisata yang saat ini dinilai cukup diminati di lereng Merapi. "Yang paling penting di balik acara yang menarik ini adalah jip wisata lava tour Merapi masuk dalam atraksi wisata andalan di DIY," ujar dia.

Dia berharap driver bisa memberikan story telling kepada wisatawan khususnya yang berasal dari luar DIY. "Jadi tidak hanya sekadar naik jip, namun driver juga bisa memberikan wawasan kepariwisataan lainnya yang ada di DIY kepada penumpang, misalnya kuliner, dan potensi budaya," ujar Aria.