Advertisement
Jelang Musim Tanam, Pengolahan Tanah Dipercepat
Seorang petani di Kecamatan Semanu mengolah lahan, belum lama ini. - Harian Jogja/Muhammad nadhir Attamimi
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul bersama sejumlah kelompok tani mulai melaksanakan gerakan percepatan olah tanah (GPOT). Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan musim tanam pertama 2019/2020 sebelum musim hujam tiba.
GPOT pertama digelar Rabu (16/10/2019) dengan menggandeng Kelompok Tani Maju Murni Pucung, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari. Dalam kegiatan ini petani mengolah lahan seluas 100 hektare.
Advertisement
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengungkapkan andil pemerintah dalam upaya menyediakan kebutuhan para petani cukup banyak. Oleh karena itu, para petani harus bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menjelaskan sejumlah bantuan yang diberikan pemerintah di antaranya benih unggul tanaman seperti benih padi dan jagung. "Bantuan ini harus dimanfaatkan oleh para petani guna meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian," kata Bambang, Jumat (18/10/2019).
Dijelaskan Bambang, hingga saat ini GPOT untuk persiapan musim tanam telah mencapai 62,5% luas lahan pertanian yang ada di Gunungkidul. Harapannya, dengan GPOT ini seluruh lahan pertanian bisa diolah sebelum masa tanam tiba. "Diharapakan segera dilakukan percepatan olah lahan, sehingga saat hujan turun petani bisa langsung menebar benih," ujarnya.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Yektining Rahajeng, mengungkapkan GPOT dibiayai langsung oleh Kementerian Pertanian, mulai dari penyediaan traktor, operator hingga bahan bakar. Dia berharap program ini bisa dimanfaatkan oleh para petani dengan sebaik-baiknya. "Harapannya percepatan olah lahan bisa selesai secepatnya sehingga saat hujan mulai turun petani bisa segera menanam. Petanmi juga tak perlu khawatir meski hujan diprediksi baru turun pada pertengahan November," ujarnya.
Kelompok Tani Maju Murni Pucung memiliki 30 anggota aktif dan 128 anggota pasif dengan luas lahan yang digarap sekitar 120 hektare. GPOT selanjutnya akan dilaksanakan di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, di lahan seluas 100 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Aturan WFH Pascalebaran 2026 Berlaku untuk ASN hingga Pegawai Swasta
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Akhir Pekan Jadi Waktu Favorit Wisatawan Kunjungi Kawasan Kaliurang
- Pemudik Padati Jogja, Malioboro Jadi Magnet Utama
- Kunjungi Jogja, Kapolri Pastikan Keamanan Moda Transportasi
- Kapolri Pastikan Puncak Arus Mudik di Stasiun Tugu Berjalan Aman
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026
Advertisement
Advertisement








