Jelang Musim Tanam, Pengolahan Tanah Dipercepat

Seorang petani di Kecamatan Semanu mengolah lahan, belum lama ini. - Harian Jogja/Muhammad nadhir Attamimi
18 Oktober 2019 19:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul bersama sejumlah kelompok tani mulai melaksanakan gerakan percepatan olah tanah (GPOT). Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan musim tanam pertama 2019/2020 sebelum musim hujam tiba.

GPOT pertama digelar Rabu (16/10/2019) dengan menggandeng Kelompok Tani Maju Murni Pucung, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari. Dalam kegiatan ini petani mengolah lahan seluas 100 hektare.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengungkapkan andil pemerintah dalam upaya menyediakan kebutuhan para petani cukup banyak. Oleh karena itu, para petani harus bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan sejumlah bantuan yang diberikan pemerintah di antaranya benih unggul tanaman seperti benih padi dan jagung. "Bantuan ini harus dimanfaatkan oleh para petani guna meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian," kata Bambang, Jumat (18/10/2019).

Dijelaskan Bambang, hingga saat ini GPOT untuk persiapan musim tanam telah mencapai 62,5% luas lahan pertanian yang ada di Gunungkidul. Harapannya, dengan GPOT ini seluruh lahan pertanian bisa diolah sebelum masa tanam tiba. "Diharapakan segera dilakukan percepatan olah lahan, sehingga saat hujan turun petani bisa langsung menebar benih," ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Yektining Rahajeng, mengungkapkan GPOT dibiayai langsung oleh Kementerian Pertanian, mulai dari penyediaan traktor, operator hingga bahan bakar. Dia berharap program ini bisa dimanfaatkan oleh para petani dengan sebaik-baiknya. "Harapannya percepatan olah lahan bisa selesai secepatnya sehingga saat hujan mulai turun petani bisa segera menanam. Petanmi juga tak perlu khawatir meski hujan diprediksi baru turun pada pertengahan November," ujarnya.

Kelompok Tani Maju Murni Pucung memiliki 30 anggota aktif dan 128 anggota pasif dengan luas lahan yang digarap sekitar 120 hektare. GPOT selanjutnya akan dilaksanakan di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, di lahan seluas 100 hektare.