Nglinggo Uniquely 2, Pimpinan OPD Jadi Peragawati Dadakan

Pentas tari dalam Nglinggo Uniquely 2 di Kecamatan Samigaluh, Minggu (20/10/2019).-Harian Jogja - Desi Suryanto
20 Oktober 2019 20:22 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) di Kulonprogo menjadi model dadakan, Minggu (20/10/2019). Berlatar pemandangan kebun teh Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, mereka berlenggak lenggok sembari menampilkan busana batik geblek renteng, motif batik khas Kulonprogo.

Para peragawati dadakan tersebut menamakan diri Ladies Plus OPD Kulonprogo. Mereka antara lain Kepala Dinas Pariwisata, Niken Probo Laras; Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Sri Harmintarti; Kepala Dinas Perdagangan, Iffah Mufidati; Kepala Bagian Rumah Tangga Setda Kulonprogo, Siti Muqaddimah; dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Yuriyanti.

Terdapat pula unsur di luar OPD yakni Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo, Sandrawati Said; Dirut RSUD Wates, Lies Indriyati; anggota DPRD Kulonprogo Fraksi PDIP, Keksi Wuryaningsih; Pemimpin Cabang Pembantu Nanggulan, PT. BPD DIY, Indarti dan Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita.

Aksi para peragawati dadakan itu merupakan bagian Nglinggo Uniquely 2 Fashion High Tea 2019, sebuah acara tahunan yang digelar Dinas Pariwisata Kulonprogo bekerja sama Jogja Pro di kawasan kebuh teh Nglinggo.

Niken Probo Laras mengatakan kegiatan ini untuk promosi Nglinggo sebagai objek wisata pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Selain itu, juga sebagai upaya peningkatan jumlah wisatawan mancanegara di DIY seiring adanya Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

“YIA ditargetkan mampu meraih kunjungan wisman minimal dua juta orang dan Kulonprogo menjadi kawasan penyangga wisatanya,” ucapnya, kemarin. Niken mengatakan Nglinggo dipilih karena lokasinya dilewati jalur Bedah Menoreh, sebuah jalur yang akan menghubungkan YIA dengan KSPN. Borobudur, Jawa Tengah.

Minum Teh
Nglinggo perlu dikemas sedemikian rupa dan digencarkan promosinya supaya wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang turun di YIA dan hendak ke Borobudur bisa singgah di objek wisata tersebut.

Selain menampilkan peragawati dadakan, acara ini turut dimeriahkan gelar busana hasil karya empat desainer, yakni Tri Istiwahyuni dengan rancangan busana eco print, Putri Ramadhani menampilkan busana berkonsep Zamrud Khatulistiwa, Nanda Faiza membuat busana bertema Carolina dan Hendri Budiman yang menampilkan busana konsep Happy Polkadot.
Acara yang sudah menginjak tahun kedua penyelenggaraan itu juga dimeriahkan aksi flashmob Tari Lengger Tapeng. Dalam aksinya para penari membawakan tarian di sejumlah titik. Ada yang di atas panggung acara, adapula di jalanan menuju kawasan kebun teh Nglinggo.

Setelah tarian usia, dilanjutkan prosesi minum teh ala Nglinggo. Niken mengatakan kegiatan minum teh ini mengadopsi budaya minum teh masyarakat Jepang. Meski demikian, tetap ada perbedaan antar keduanya.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo yang turut mengikuti prosesi tersebut mengungkapkan, rasa teh Nglinggo begitu nikmat. “Rasanya istimewa, spesifik, khas dan paling asyik di seluruh dunia,” ujar Pelaksana Tugas Bupati Kulonprogo itu.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono berharap Nglinggo Uniquely 2 ini dapat menjadi agenda rutin tahunan Dispar. Diharapkan acara bisa bermanfaat bagi masyarakat Kulonprogo, khususnya pelaku wisata.