Sri Sultan soal Suporter PSIM: Kalau Merusak, Lebih Baik Tidak Ada Sepak Bola di Jogja

Suporter PSIM Jogja memadati Stadion Mandala Krida - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Oktober 2019 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Tindakan anarkis yang dilakukan supporter sepak bola di Jogja pada Senin (21/10/2019) kemarin mendapat respons Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Sultan memberi ultimatum jika suporter masih melakukan perusakan lebih baik tidak ada sepak bola di Jogja. Seperti diketahui laga Derby Mataram antara PSIM Jogja dan Persis Solo pada Senin berujung kerusuhan.

Menurut Sultan tidak ada alasan bagi masyarakat atau suporter sepak bola untuk melakukan perusakan ataupun tindakan anarkis. "Saya tidak tahu alasannya apa? Penonton sepak bola yang hakekatnya masyarakat Jogja [seharusnya] itu kok melakukan tindakan brutal, tidak beradab," kata Sultan, Selasa (22/10/2019).

Sultan sangat menyesalkan tindakan para suporter yang dinilai tidak beradab tersebut. Sebab tanpa alasan yang jelas, mereka melakukan tindakan kekerasan bahkan merusak aset negara. "Kalau seperti ini, bukan pertunjukan sepak yang kita tonton tetapi tindakan kekerasan yang tidak beradab yang ditonton, ya lebih baik tidak usah ada sepak bola di Jogja," kata Sultan.

Menurut Sultan, peristiwa-peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh para supporter sepak bola hanya melahirkan budaya yang tidak beradab. Sultan pun menyangsikan jika memberikan izin penggunaan stadion Mandala Krida untuk kegiatan sepak bola maka suatu saat akan rusak juga.

"Sekarang saja belum [rusak]. Saya berharap masyarakat Jogja berprilaku baik dan tidak emosional. Benar-benar menjadikan Jogja sebagai tempatnya orang-orang yang beradab," kata Sultan.