Tiga Keluarga di Kulonprogo Berangkat Transmigrasi ke Sulteng

Calon transmigran asal Kulonprogo sebelum diberangkatkan ke Kantor Transito Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Kantor Wilayah Yogyakarta. Foto diambil di halaman Kantor Disnakertrans Kulonprogo, Senin (28/10/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
29 Oktober 2019 02:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sebanyak tiga kepala keluarga (KK) di Kulonprogo menjadi calon transmigran. Mereka akan diberangkatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo menuju lokasi transmigrasi di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Raimuna, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu (30/10/2019) mendatang.

Ketiga KK tersebut meliputi keluarga Ali Alatas, asal Kecamatan Pengasih; Sucahyono dari Kecamatan Panjatan dan keluarga Sudal, asal Kecamatan Kokap. Sebelum berangkat ke lokasi transmigrasi, ketiga KK yang terdiri dari tujuh jiwa itu menjalani pemeriksaan di Kantor Transito Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Kantor Wilayah Yogyakarta, Senin (28/10/2019).

"Hari ini kita berangkatkan calon transmigran sebanyaj 3 KK dengan 7 jiwa, sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Kulonprogo ke lokasi di UPT Raimuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dengan transportasi udara sehingga sehari bisa sampai ke lokasi,” kata Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana di sela-sela pelepasan calon transmigran di halaman Kantor Disnakertrans Kulonprogo, Senin pagi.

Eko mengatakan seluruh calon transmigran sudah diberi bekal ketrampilan melalui pelatihan di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Sleman, Transito Disnakertrans DIY dan Balai Latihan Kerja (BLK) Wates. Diharapkan peserta mampu mengolah lahan pertanian di lokasi tujuan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya.

"Bergotongroyonglah dalam mengolah lahan maka akan terasa ringan, serta perhatikan pendidikan bagi anak, dan ikuti aturan budaya masyarakat yang ada di tempat baru," ucapnya.

Kepala Bidang Transmigrasi, Disnakertrans Kulonprogo, Heri Widada, mengatakan di lokasi transmigrasi, para transmigran memperoleh rumah permanen, lahan sekitar 2 hektar dan jatah hidup selama satu tahun.  Pemkab Kulonprogo juga memberi bantuan modal sebesar Rp5 juta yang ditransfer ke rekening masing-masing KK.

Heri optimis jika niat para transmigran telah bulat, maka kehidupan mereka di tanah seberang akan lebih baik. Hal ini berkaca pada pemberangkatan 3 KK transmigran Kulonprogo tahun lalu di lokasi yang sama.

"Bulan lalu kami sudah survei lokasi, dan tanya-tanya ke mereka yang sudah tinggal di sana, katanya kerasan dengan kondisi lokasi yang ada, tanahnya subur dan alamnya indah," ucapnya.