Pemda DIY Minta Masukan Terkait Pengelolaan SDM di Era Milenial

Peserta diskusi tentang pengelolaan SDM era Milenial berfoto bersama. - Ist/KPHRI.
31 Oktober 2019 09:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY berharap ada banyak masukan dari berbagai pihak dalam rangka pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di era milenial. Ada anggapan SDM era saat ini hanya kuat bekerja di suatu perusahaan atau instansi sekitar dua hingga tahun kemudian berpindah tempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Andung Prihadi mengatakan, banyak pihak menilai generasi milenial saat ini tidak loyal terhadap perusahaan. Terbukti dengan kebiasaan bekerja di suatu instansi atau perusahaan dengan durasi waktu lumayan pendek. Bahkan seringkali hanya dua hingga tiga tahun saja kemudian keluar dan pindah.

"Paradigma anak muda milenial ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih loyal dan ketika bekerja bisa sampai pensiun," ungkapnya dalam Talent Management for Millenials, Rabu (30/10/2019).

Andung menilai pembahasan SDM di era milenial sangat strategis karena banyak pihak yang berkepentingan untuk bagaimana mengelolanya. Terutama cara mendekati mereka agar bisa bekerja secara maksimal di suatu instansi, karena harus diakui saat ini hingga 15 tahun ke depan SDM akan berganti pada generasi yang lahir di tahun 2000 ke atas.

"Kami berharap ada semacam rekomendasi untuk Pemda DIY dari hasil pembahasan persoalan ini, karena staf-staf saat ini saat ini sudah banyak diisi tenaga muda era milenial," ujarnya.

Melalui rekomendasi tersebut, diharapkan ada strategi yang bisa diterapkan untuk melakukan pendekatan pada generasi saat ini. "Terutama rekomendasi ini dapat kami jadikan referensi dalam mengolah kebijakan yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.

Ketua Umum KPHRI, Isnantyo Widodo menyatakan, secara prinsip pihaknya siap memberikan masukan bagi Pemda DIY terkait pengelolaan SDM era milenial. Bakat ketrampilan unggul yang dimiliki generasi saat ini memang menjadi tantangan berat bagi suatu perusahaan untuk mengelolanya. Bahkan jika salah kelola justru menjadikan perusahaan sulit berkembang.

"Dalam diskusi ini kami ingin mengetahui dan bagaimana mengelola SDM yang sudah ada, khususnya dari generasi milenial. Begitu juga dunia pendidikan, dosen maupun pengajar harus bisa membuat nyaman belajar, baik di dalam maupun luar ruangan," katanya.

Dalam diskusi yang dihelat KPHRI ini dihadiri sejumlah praktisi dan akademisi, antara lain, Human Capital Director Maybank, Irvandi Ferizal serta Guru Besar UGM Profesor Djamaludin Ancok.