Demi Ekonomi Kecil, Sleman Tetap Inginkan Rest Area di Tol Solo-Jogja-Bawen

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
06 November 2019 21:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengharapkan tol Solo-Jogja-Bawen yang melintasi wilayah Sleman tetap dilengkapi fasilitas rest area guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi mengatakan rest area akan memberikan peluang kepada UMKM agar bisa berkembang dan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Kami tetap mengharapkan rest area, agar bisa menumbuhkan sektor ekonomi, terutama konsep UMKM yang akan kami tampilkan di situ,” kata Sumadi kepada Harian Jogja, Rabu (6/11/2019).

Sampai saat ini, Pemkab Sleman belum menerima informasi mengenai pelaksanaan proyek strategis nasional berupa jalan tol yang akan memakan sebagian wilayah Sleman. “Terus terang kami belum tahu trase-nya dan titik entry exit di mana, kami juga belum tahu nantinya rest area ada atau tidak,” kata dia.

Pada pekan kedua atau ketiga November ini, akan ada pertemuan antara Pemkab Sleman dan Pemda DIY berkaitan dengan sosialisasi pembangunan jalan tol.

“Kemarin saat Pemerintah Kabupaten Sleman rapat koordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Burokrasi dan bertemu dengan organisasi perangkat daetah yang menangani tata ruang di provinsi, kami diberitahu teknis pelaksanaan proyek jalan tol. Akan ada pertemuan antara pemerintah kabupaten dan provinsi, yang diundang nanti termasuk kecamatan,” kata dia.

Sebelumnya Ketua Tim Unit Manajemen Proyek Tim Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan DIY Rani Sjamsinarsi menjelaskan tol di Jogja akan berbeda dengan tol lain di Indonesia. Rani mengatakan tol yang melintasi wilayah DIY tanpa dilengkapi dengan rest area.

Pertimbangannya, DIY harus menyiapkan lahan sedikitnya dua hektare untuk bisa menampung banyak UMKM lokal agar bisa masuk. Lahan rest area sebenarnya bisa disediakan oleh Pemerintah Pusat, tetapi DIY khawatiri UMKM tidak bisa masuk karena sewanya mahal. Oleh karena itu, tanpa rest area, Pemda DIY mengharapkan pengguna tol bisa mampir masuk untuk melihat Jogja.

Exit toll akan diperbanyak di proyek tol Solo-Jogja-Bawen yang melintasi DIY dengan mengambil pada titik yang bisa diarahkan langsung ke suatu kawasan wisata tertentu. Menurutnya ada sekitar enam exit toll yang telah ditetapkan yang bisa menjadi jalan menuju kawasan wisata tertentu yang menarik bagi pejalan kaki. Pemerintah Pusat telah menyetujui rencana ini.

“Rest area-nya nanti lebih diarahkan pada kawasan wisata dan pusat kuliner, yang nanti akan diinfokan melalui exit, ini misal ya, ada elevated di Ring Road Utara, nanti exit-nya bisa diarahkan ke Jogja Bay,” ucapnya di Kepatihan, Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (5/11).

Rani berharap tanpa rest area di tol, DIY mendapatkan keuntungan karena pengguna tidak lewat, tetapi juga mampir. Ia mencontohkan exit toll yang rencananya dibangun di perbatasan DIY–Jateng di Prambanan atau Kalasan yang akan dikoneksikan dengan jalur menuju Gunungkidul.

“Bahkan di kawasan Prambanan, kalau tidak salah rencananya ada simpang susun, itu akan dibuat jalur baru ke arah Prambanan – Gading [Gunungkidul], ini dicantolkan ke tol. Nanti di sana ada Breksi, Nglanggeran dan lainnya,” ucapnya.